Kiat Cegah Kolesterol Jahat Naik dari Cara Memasak

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 481 2256018 kiat-cegah-kolesterol-jahat-naik-dari-cara-memasak-0V7VEIYfOc.jpg Metode masak dikukus bisa cegah kolesterol naik (Foto : Ndtv)

Kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko penyakit tidak menular seperti jantung dan hipertensi. Kolesterol tinggi biasa disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak baik. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan berlemak secara berlebihan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Founder Komunitas Sobat Diabet, dr. Rudy Kurniawan Sp.PD, menjelaskan sebagian besar orang yang menderita kolesterol tinggi umumnya tidak bergejala, bahkan merasa sehat seperti pada umumnya.

“Kalau meningkat di atas normal pada awalnya tidak bergejala. Kalau ada gangguan sakit kepala, leher sakit, itu enggak murni kolesterol tapi ada penyakit lainnya bisa seperti darah tinggi, dan lainnya,” terang dr. Rudy, dalam acara bertajuk ‘Pentingnya Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Keluarga’, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dr. Rudy mengatakan pada awal kolesterol seseorang naik, sebanyak 80 persen dari mereka tidak bergejala. Oleh sebab itu mengatur asupan makan dan sering-sering kontrol kolesterol adalah salah satu hal yang paling direkomendasikan.

Goreng Kentang

(Foto metode masak deep frying)

Senada dengan dr. Rudi, influencer Annice Manthovani menyarankan masyarakat untuk beralih dari mengolah makanan dengan cara deep frying (terendam minyak). Pasalnya cara tersebut akan menambah kadar minyak dalam makanan yang memicu naiknya kolesterol.

“Kurangi cara masak deep fry dan beralihlah memasak dengan metode seperti pan fry, stir fry, grilling, roasting, boiling (rebus) dan steaming (dikukus). Selain itu bisa menggunakan minyak biji bunga matahari, minyak jagung atau minyak kanola sebagai pengganti minyak goreng. Karena ketiga jenis minyak ini memiliki lemak jenuh yang rendah lebih kecil dari 15 persen,” lanjutnya.

Baca Juga : Adele Sukses Menurunkan Berat Badan, Ini Metode Dietnya!

Selain itu ia pun menyarankan masyarakat untuk menggunakan minyak goreng hanya untuk sekali pakai. Pasalnya penggunaan minyak berulang kali dapat menimbulkan masalah kesehatan khususnya memicu kadar kolesterol tinggi dalam tubuh.

“Minyak goreng maksimum dua kali pakai. Biasa kalau sudah dipakai, minyak akan menjadi radikal bebas, sehingga lebih banyak lagi lemak jenuhnya. Jadi lebih baik pilih minyak rendah lemak jenuh sehingga kalau dipakai berkali-kali kenaikan lemak jenuhnya enggak terlalu banyak,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini