Bukan Albino, Intip Penampakan Kawanan Rusa Putih Langka

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 19:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 612 2256374 bukan-albino-intip-penampakan-kawanan-rusa-putih-langka-qSbhLmRByu.jpg Rusa putih langka (Foto : Odditycentral)

Bekas Seneca Army Depot yang terletak di bagian utara New York, Amerika Serikat merupakan rumah bagi kawanan langka rusa putih. Semua rusa tersebut membawa gen resesif sehingga seluruh bagian tubuhnya memiliki warna serba putih.

Perlu diketahui bahwa rusa putih Seneca bukanlah albino. Mereka adalah variasi alami dari rusa ekor putih, yang biasanya berwarna coklat. Rusa langka ini bersifat leucistic artinya mereka kekurangan pigmentasi pada bulu.

Namun perbedaan jelas tampak pada matanya. Mereka tetap memiliki mata dengan warna coklat normal. Di alam liar, warna bulu putih yang sangat terlihat membuat makhluk langka ini menjadi sasaran empuk bagi pemburu manusia dan predator seperti coyote.

Rusa Putih

Sebagaimana dilansir Oddity Central, Senin (3/8/2020), untungnya rusa putih ini dilindungi oleh pagar sepanjang 24 mil atau 39 km yang didirikan di sekitar Seneca Army Depot pada 1941. Mereka diisolasi di dalam perimeter depot.

Baca Juga : Adele Sukses Menurunkan Berat Badan, Ini Metode Dietnya!

Selain itu komandan militer yang ada di tempat tersebut juga melarang para tentara untuk menembak rusa putih. Alhasil jumlah mereka semakin bertambah menjadi ratusan.

Rusa Putih

Sekadar informasi rusa putih ini berada di bawah perlindungan Angkatan Darat sampai depot Seneca ditutup pada 1990-an. Setelah itu rusa putih langka ini dirawat oleh para sukarelawan lokal dan para pendonor yang baik.

Badan Pengembangan Industri Kabupaten Seneca (IDA) mengambil kepemilikan atas tanah itu setelah pangkalan militer secara resmi ditutup. Pada 2006, tur pertama di tempat perlindungan Seneca White Deer pun diselenggarakan.

Pada 2016, IDA menjual 7.000 hektar depot kepada pengusaha Seneca Falls, Earl Martin dengan syarat kawanan rusa putih harus dirawat. Dalam wawancara pada 2018, Martin mengatakan bahwa ia telah membeli properti itu dengan maksud untuk menggunakannya sebagai pabrik pengerjaan logam.

Namun pemikiran tersebut berubah setelah ia menghabiskan waktu bersama para rusa langka yang ada di sana.

"Rusa putih ternyata menjadi bagian yang sangat integral dari apa yang kita lakukan. Diperlukan kehidupan baru yang orang tidak bisa mengerti kecuali mereka di luar sana bersama kita,” ungkap Martin.

Martin akhirnya menyewakan properti itu ke Seneca White Deer Inc., kelompok sukarelawan yang sama yang telah merawat kawanan rusa putih dan mengorganisir tur pertama di bekas depot Angkatan Darat.

Rusa Putih

Mereka mencoba membuka kembali tur, tetapi proyek itu terbukti tidak berhasil. Pada akhir 2019, kelompok itu mengumumkan bahwa mereka tidak lagi melakukan tur.

“Upaya kami untuk membangun program wisata yang dapat bertahan dengan pendapatan dari tur dan sumbangan dari para pendukung kami pada akhirnya tidak berhasil. Kami benar-benar tidak dapat melanjutkan program yang tidak dapat memenuhi pengeluarannya,” lanjutnya.

Pada puncaknya, kawanan rusa putih itu berjumlah sekira 300 spesimen, dan sebanyak 75 spesimen tersisa hingga saat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini