Seleksi Relawan Vaksin Covid-19 Mulai 11 Agustus, Double Skrining Diterapkan

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 481 2256778 seleksi-relawan-vaksin-covid-19-mulai-11-agustus-double-skrining-diterapkan-zH5WhiPZ3V.jpg Ilustrasi. (Freepik)

SEJAK merebaknya pandemi Covid-19, para ilmuwan pun berlomba-lomba untuk menciptakan vaksin untuk mencegah meluasnya penularan penyakit ini. Indonesia menjadi salah satu negara yang melakukan uji coba Vaksin Sinovac asal China per Agustus 2020.

Ya, kini Bio Farma berkolaborasi dengan Universitas Padjajaran dan Sinovac Research & Development.co Ltd, bakal melakukan uji klinis fase 3 vaksin inactivated SARS-CoV-2, sebelum diedarkan secara massal. Dalam uji kliniks ini membutuhkan 1.620 relawan.

Dijelaskan di situs resmi Universitas Padjajaran, vaksin inactivated SARS-CoV-2 merupakan vaksin yang terbuat dari virus yang dimatikan. Vaksin ini telah melalui uji klinik fase 1 dan 2.

Baca Juga: Presiden Jokowi Bakal Nambah Cucu, Manjanya Gaya Kahiyang Ayu Hamil Anak ke-2

Kabarnya, mereka mengajak para relawan untuk ikut serta dalam penelitian tersebut untuk mengetahui efikasi, keamanan dan respon kekebalan tubuh setelah pemberian 2 dosis vaksin SARS-CoV-2. Per Selasa (2/8/2020), sudah terdapat 600 relawan yang mendaftarkan diri untuk dilakukan pemberian vaksin tersebut.

 vaksin

Juru Bicara Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Dokter Rodman Tarigan SpAK,MKes, mengatakan, peserta yang sudah mendaftar sebagai relawan akan dilakukan serangkaian tes pada 11 Agustus 2020.

"Relawan yang sudah mendaftar akan melakukan seleksi pemeriksaan kesehatan, informed consent, dan RT PCR pada 11 Agustus 2020. Baru 3 hari kemudian akan diberikan vaksinasi," jelas Dokter Rodman.

Adapun pemeriksaan yang akan dilakukan seperti riwayat demam, gejala saluran napas, asma, alergi terhadap vaksin, kelainan atau penyakit kronis, serta gangguan imunitas tubuh.

Relawan yang ingin mengikuti uji klinis ini juga dipastikan tidak menerima imunisasi apapun dalam kurun waktu satu bulan ke belakang dan satu bulan ke depan.

Salah satu tes yang dilakukan dalam seleksi uji vaksin ini adalah rapid test dan swab PCR. Menurut pengamatan beberapa dokter, rapid test tersebut dinilai tidak akurat.

Namun, Dokter Rodman mengatakan, untuk itu, relawan akan menjalani dua tes yakni swab PCR dan Rapid. Tim uji klinis melakukan 2 screening tersebut untuk menjaring seseorang terkena Covid-19 atau tidak.

"Dua pemeriksaan ini (swab PCR dan Rapid) sangat akurat. Apalagi tim uji klinis melakukan dua skrining tersebut untuk menjaring seseorang apakah mereka kena Covid-19 atau tidak," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini