Alami Penyakit Langka, Perempuan Ini Yakin Dirinya Seekor Ayam

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 612 2256916 alami-penyakit-langka-perempuan-ini-yakin-dirinya-seekor-ayam-UQsTP9egV9.jpg Ayam (Foto: Global News)

Dokter di Universitas Leuven KU, di Belgia belum lama ini melaporkan kasus aneh yang terjadi pada seorang perempuan berusia 54 tahun. Perempuan tersebut yakin bahwa dirinya adalah seekor ayam dan berperilaku menyerupainya.

Perempuan yang sudah menikah, dan tidak disebutkan namanya ini dilaporkan memiliki pekerjaan di apotek dan tidak memiliki riwayat penyalahgunaan narkoba atau alkohol.

ayam

Tapi suatu hari, saudara lelakinya datang dan terkejut saat menemukannya mulai bertingkah aneh. Perempuan itu meniup pipinya dan berkokok seperti ayam jantan. Ia pun tidak tahu apa yang harus dilakukan, hingga akhirnya ia membawa saudara perempuan itu ke rumah sakit terdekat.

Melansir dari Oddity Central, Selasa (4/8/2020), wanita berusia 54 tahun itu mengatakan kepada dokter bahwa dirinya adalah seekor ayam. Ia pun mengaku merasakan sensasi baru pada kakinya.

Kabarnya wanita tersebut mengalami zoanthropy. Ini adalah kondisi di mana seseorang mengalami gangguan mental dan percaya dirinya sebagai binatang.

Kondisinya yang bertingkah seperti ayam ini berakhir ketika wanita itu menderita kejang. Usai kejang, wanita itu tampak seperti sembuh seperti sediakala. Namun ia tidak ingat waktu dirinya bertingkah seperti ayam.

Para dokter menyebutkan bahwa wanita malu ketika keluarganya mengatakan apa yang telah terjadi dan mengapa dia berada di rumah sakit.

Baca juga: Menghitung Kalori Es Kopi Susu Gula Aren Favoritmu

“Zoanthropy klinis, atau keyakinan berubah menjadi binatang, adalah khayalan yang langka. Ada pandangan berbeda tentang patogenesisnya. Khayalan ini dapat terjadi dengan gangguan kejiwaan yang mendasarinya, tetapi bisa juga sekunder akibat gangguan struktural atau fungsional otak,” tulis para peneliti KU Leuven.

Dalam kasus ini, satu-satunya penyebab utama zoanthropy adalah depresi yang tampaknya diderita wanita itu. Hal ini terjadi setelah ia kehilangan anggota keluarga yang dicintainya.

 

Menurut studi kasus yang diterbitkan dalam jurnal Tijdschrift voor Psychiatrie, hanya ada 56 deskripsi kasus episode zoanthropy.

Kondisi ini tercatat dalam literatur medis dan sejarah antara 1850 hingga 2012. Penelitian terbatas pada subjek ini menampilkan kesaksian pasien yang berubah menjadi anjing, singa, harimau, hyena, hiu, buaya, katak, termasuk keluarga sapi, kucing, angsa, badak, kelinci, kuda, ular, burung, babi hutan, gerbil dan seekor lebah.

Gejala zoanthropy dilaporkan dapat berlangsung dari satu jam hingga beberapa dekade, dan kasusnya lebih banyak terjadi di daerah pedesaan dan non-industri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini