Pekan ASI Sedunia, Kenali Bahan Herbal yang Mampu Perlancar Produksi Susu

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 481 2257526 pekan-asi-sedunia-kenali-bahan-herbal-yang-mampu-perlancar-produksi-susu-j6T8VKz2SN.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Ada tema menarik yang diangkat pada Pekan ASI Sedunia 2020. Ya, tema yang dipilih dalam perayaan Pekan ASI Sedunia tahun ini adalah mendukung ibu menyusui untuk bumi yang lebih sehat.

Pemilihan tema tersebut tentunya ada makna yang sangat mendalam. Salah satunya adalah dengan menyusui, berarti para keluarga mengambil peranan untuk mendukung kesehatan planet dan masyarakatnya.

Dijelaskan Konselor Laktasi sekaligus Dosen & Peneliti Bahan Alam dr Fenny Yunita, MSi, PhD, ASI adalah makanan alami yang diproduksi dan diberikan pada konsumennya tanpa mengakibatkan polusi, tanpa kemasan dan limbah. Jika masyarakat mendukung ibu menyusui maka bisa ikut mengurangi polusi udara, air, dan tanah.

Baca Juga: Intip Gaya Farah Quinn saat Jemput Anaknya di Amerika

"Menyusui juga menjamin ketahanan pangan bagi generasi muda kita pada kondisi gawat darurat maupun kondisi bencana alam,” kata Dokter Fenny lewat keterangan resmi HerbaASIMOR, Rabu (5/8/2020).

daun katuk

Sayangnya, menurut Dokter Fenny, hingga saat ini banyak masalah yang muncul dari seorang ibu menyusui. Terutama dari dalam dirinya yang seharusnya dilawan.

Seperti munculnya rasa kurang percaya diri kepada para ibu saat menyusui bayinya. Tak sedikit para ibu yang takut kekurangan produksi ASI bagi buah hati.

Tak perlu khawatir untuk mengatasi hal ini, Dokter Fenny mengatakan bahwa Indonesia adalah negara dengan kekayaan budaya berlimpah. Termasuk dalam hal menyusui, setiap daerah memiliki kebijaksanaan lokal yang telah dipercaya dapat meningkatkan keberhasilan menyusui.

Sejak turun-temurun, ada juga bahan alami yang dapat digunakan untuk memperbanyak ASI. Misalnya daun katuk, daun torbangun (bangun-bangun), daun kelor, klabet, kacang-kacangan dan berbagai jenis bahan lainnya. Herbal tersebut telah diteliti dan terbukti meningkatkan kadar prolaktin, oksitosin dan peningkatan berat badan bayi.

Tak cukup konsumsi herbal, ada juga teknik lain yang lazim dilakukan. Misalnya dengan akupunktur ataupun pijat laktasi yang juga terbukti efektif meningkatkan produksi ASI.

"Namun dari semua itu, kunci peningkatan produksi ASI adalah seringnya para ibu menyusui dan memerah,” tambahnya.

asi

Sementara itu, Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) Dexa Medica Dr Raymond Tjandrawinata mengemukakan bahwa belum lama ini, dia bersama timnya meneliti biodiversitas alam Indonesia untuk dikembangkan menjadi suplemen dan obat-obatan. Salah satu biodiversitas alam yang dikembangkan adalah pemanfaatan daun katuk, daun torbangun, dan ikan gabus sebagai ASI booster.

"Daun katuk yang memberikan peningkatan signifikan dalam ekspresi gen prolaktin

dan oksitosin, yaitu hormon yang berperan penting dalam proses menyusui sehingga dapat meningkatkan produksi ASI," terangnya.

Nah, daun torbangun dapat meningkatkan kadar prolaktin, serta meningkatkan aktivitas sel epitel dan metabolisme kelenjar susu. Sehingga produksi ASI meningkat 65% tanpa mengubah kualitas gizi susu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini