Waspada Bahaya Kerokan, Sebabkan Bayi Prematur hingga Stroke

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 612 2257516 waspada-bahaya-kerokan-sebabkan-bayi-prematur-hingga-stroke-Ytw2s4JfW2.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KEROKAN memang dianggap sebagai solusi jika seseorang mengalami demam dan masuk angin. Bahkan, beberapa masyarakat lebih memilih untuk kerokan dibanding minum obat atau pergi ke dokter.

Kerokan seringkali dipercaya mampu meredakan masuk angin dengan cepat. Semakin merah hasil yang terlihat, maka semakin banyak pula angin yang keluar, katanya. Apa benar?

Memang, kerokan dianggap sebuah terapi pengobatan alternatif untuk mengatasi masuk angin, dengan menggaruk sambil menekan bagian permukaan kulit, menggunakan minyak dan benda tumpul seperti uang logam sebagai alatnya keroknya.

Tapi, sebenarnya kerokan tidak ada dalam literatur medis atau kesehatan. Karena penggunaan metode ini sudah diterapkan sejak lama dan turun temurun, sebagian besar masyarakat menganggap kerokan adalah obat yang manjur untuk memerangi masuk angin.

Meski demikian, terlepas dari kepercayaan masyarakat atas manjurnya kerokan untuk mengatasi masuk angin, ternyata kerokan juga berdampak buruk bahkan bisa membahayakan jika dilakukan terlalu sering. Berikut adalah bahaya kerokan yang dilansir dari Instagram @coachclarisha dan beberapa sumber lainnya.

kerokan

Risiko Bayi Prematur

Untuk Ibu hamil, berhentilah membiasakan diri dengan kerokan karena, melakukan kerokan pada saat hamil akan membuat tubuh memproduksi hormon sitokin yang mampu mempercepat proses kelahiran dan menyebabkan bayi lahir prematur. Hal ini terjadi karena efek inflamasi yang didapat setelah melakukan kerokan.

Nah, itulah beberapa bahaya kerokan saat masuk angin. Walaupun memang kerokan dipercaya mampu meredakan masuk angin, dan membuat tubuh merasa lebih ‘enak’, alangkah baiknya jika tidak melakukanya sering-sering.

Pori-pori Kulit Melebar

Saat dikerok, maka pori-pori kulit akan mengalami pelebaran. Hal ini dikarenakan saat dikerok, permukaan kulit mengalami pergesekan dengan benda tumpul yangt digunakan sebagai alat keroknya. Pelebaran pori-pori ini akan memudahkan virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh, apalagi jika benda tumpul yang digunakan tidak dalam kondisi bersih dan steril.

Rasa Ingin Dikerok Lagi

Rasa hangat yang dirasakan saat kerokan menimbulkan kenyamanan dan rasa ‘nagih’ untuk sebagian orang. Pada dasarnya, kerokan memang meningkatkan panas tubuh akibat sirkulasi darah yang meningkat, sehingga menimbulkan efek inflamasi atau peradangan. Hal ini yang akan membuat seseorang ingin dikerok lagi dan lagi.

Memicu Penyakit Stroke

Selain menyebabkan pelebaran pori-pori, kerokan yang dilakukan secara terus menerus juga akan membuat peredaran darah yang tadinya kecil ikut melebar. Keadaan ini juga mampu menyebabkan pembuluh darah semakin melebar bahkan pecah, sehingga bisa memicu penyakit stroke.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini