Gonore pada Ibu Hamil Bisa Menular ke Janin, Ini Cara Mencegahnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 481 2257816 gonore-pada-ibu-hamil-bisa-menular-ke-janin-ini-cara-mencegahnya-CskV22itfz.jpg Ibu hamil (Foto: Mom)

Gonore adalah salah satu Infeksi Menular Seksual (IMS) yang tidak dapat dianggap enteng. Penyakit ini tanpa disadari bisa menyerang wanita hamil dan berdampak pada kesehatan buah hatinya saat melahirkan.

CEO Klinik Pramudia, dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV menyebut wanita hamil yang mengidap gonore dapat menginfeksi janin. Khususnya pada saat proses persalinan. Ini terjadi karena bayi bersentuhan dengan sekresi genital sang ibu.

 ibu hamil

“Jika terinfeksi, gejala pada bayi biasanya muncul 2 sampai 5 hari setelah melahirkan. Bayi yang terinfeksi dapat mengalami infeksi kulit kepala, infeksi saluran pernapasan atas, uretritis, atau vaginitis,” terang dr. Anthony, dalam Virtual Media Briefing Gonore, beberapa waktu lalu.

Infeksi Gonore bisa masuk ke darah bayi, dan menyebabkan penyakit umum. Seperti pada orang dewasa, ketika bakteri menyebar ke seluruh tubuh, mereka dapat menetap di satu atau lebih sendi. Kondisi ini menyebabkan radang sendi, radang jaringan di otak atau sumsum tulang belakang.

 Baca juga: 5 Foto Gemas Bayi Cut Meyriska dan Roger Danuarta, Jadi Pengen Peluk!

“Janin juga dapat terkena infeksi mata yang serius. Infeksi mata pada bayi baru lahir memang jarang disebabkan oleh gonore. Namun, jika hal tersebut terjadi, maka dapat mengakibatkan kebutaan permanen,” lanjutnya.

Cara terbaik untuk mencegah infeksi pada bayi yang berusia kurang dari 28 hari adalah dengan skrining dan merawat ibu sebelum persalinan. Saat kunjungan prenatal pertama, harus dilakukan skrining pada semua wanita hamil.

Skrining dilakukan pada wanita berusia lebih besar atau sama dengan 25 tahun dan wanita hamil yang lebih tua. Karena tentu ada kemungkinan mereka berisiko terinfeksi gonore. Pada trimester ketiga, skrining ulang tetap harus dilakukan untuk wanita yang berisiko tinggi secara berkelanjutan.

Sangat penting bagi layanan kesehatan untuk mengidentifikasi infeksi secara akurat, mengobatinya dengan antibiotik yang efektif, dan menindaklanjutinya untuk memastikan bahwa infeksi telah sembuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini