Terinfeksi Gonore, Bukan Hanya Penderita yang Perlu Diobati Pasangannya Juga

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 481 2257835 terinfeksi-gonore-bukan-hanya-penderita-yang-perlu-diobati-pasangannya-juga-EgC2CMgucI.jpg Pengobatan gonore harus bersama pasangan (Foto: Medium)

Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh gonore masih banyak terjadi di Indonesia. Sayangnya masih banyak masyarakat yang malu untuk berobat. Padahal jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini sangatlah berbahaya.

CEO Klinik Pramudia, dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, mengatakan, pengobatan utama untuk penyakit gonore adalah pemberian antibiotik, mengingat penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun, tidak hanya penderita saja yang perlu diobati, tapi pasangan seksual dari penderita pun demikian.

pasangan

Bahkan ketika seseorang sudah merasa lebih baik, penderita masih perlu mengikuti instruksi dan menggunakan semua antibiotik yang dianjurkan dokter.

Bila seseorang dan pasangannya terbukti mengidap gonore, disarankan hanya mengonsumsi obat-obatan milik pribadi.

“Obat setiap orang diresepkan berdasarkan kebutuhan mereka sendiri. Jika kondisi tidak menjadi lebih baik dengan antibiotik, dokter akan memberikan suntikan antibiotik yang lebih kuat atau kombinasi antibiotik,” terang dr. Anthony, dalam Virtual Media Briefing Gonore, beberapa waktu lalu.

Selain obat, beberapa tindak lanjut juga diperlukan untuk memantau kondisi kesehatan penderita. Jika bayi lahir saat seseorang mengalami gonore, bayi harus menerima obat sesegera mungkin setelah lahir. Tujuannya adalah untuk mencegah infeksi, karena gonore akan memengaruhi anak pada bagian mata terlebih dahulu.

Jika infeksi mata terjadi, anak dapat diobati dengan antibiotik. Dokter Anthony mengatakan lama waktu yang dibutuhkan seorang penderita gonore untuk bisa sembuh total tergantung pada banyak hal.

“Misalnya saja, sudah berapa lama mengidap gonore sebelum didiagnosis dan tingkat keparahan penyakit tersebut dilihat dari gejala dan risiko komplikasinya. Dua faktor ini jugalah yang akan membantu dokter untuk menentukan jenis, dosis, dan durasi pemberian obat,” sambungnya.

Baca juga: 5 Foto Gemas Bayi Cut Meyriska dan Roger Danuarta, Jadi Pengen Peluk!

Jika seorang pasien berhasil dideteksi pada tahap awal, maka gejalanya akan mulai mereda dalam 24 jam. Bahkan gonore bisa sembuh dalam kurun waktu dua hari setelah berobat. Namun pasien harus terus minum obat sampai batas waktu yang ditentukan oleh dokter.

“Jika terlambat dideteksi, durasi pengobatan hingga sembuhnya tentu akan memakan waktu yang lebih lama. Ini karena infeksi kemungkinan telah menyebar luas dalam tubuh dan meningkatkan risiko komplikasi,” lanjutnya.

Dokter Anthony mengatakan bahwa kesimpulannya gonore dapat disembuhkan dengan perawatan yang tepat. Sangat penting untuk mengonsumsi semua obat yang diresepkan dokter untuk menyembuhkan infeksi.

Tapi perlu dicatat meskipun obat-obatan akan menghentikan infeksi, tapi tidak bisa memperbaiki kerusakan permanen yang disebabkan oleh penyakit ini. Pengobatan gonore akan menjadi lebih sulit ketika penyakit ini mulai meningkatkan resistensi terhadap obat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini