Penyakit Penyerta Tingkatkan Keparahan Infeksi Covid-19

Kamis 06 Agustus 2020 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 481 2257966 penyakit-penyerta-tingkatkan-keparahan-infeksi-covid-19-4zyvh0WifB.jpg Infeksi Covid-19 (Foto: Pixabay)

Di tengah pandemi Covid-19, kita harus semakin rajin menjaga kesehatan diri sendiri. Apalagi bagi orang-orang dengan penyakit penyerta atau komorbid.

Penyakit penyerta akan menambah tingkat keparahan pasien Covid-19. Namun sebenarnya konsumsi air kelapa muda secara rutin diketahui memberikan manfaat kesehatan bagi pasien dengan penyakit penyerta. Usia dan penyakit penyerta, diketahui menyebabkan individu rentan terhadap virus corona.

Seperti dilansir dari Sindo News, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan, banyak pasien dengan penyakit penyerta yang mendapat perawatan di rumah sakit. Pasien dengan penyakit penyerta ini juga 12 kali lebih mungkin meninggal akibat Covid-19 dibanding pasien lain yang tidak memiliki penyakit penyerta.

 Pasien Covid-19

Komorbid adalah penyakit yang sejak awal memang sudah diderita pasien. Baik terjadi karena pola hidup tidak sehat maupun lantaran riwayat penyakit keturunan.

Dikutip dari Covid19.go.id, penyakit penyerta yang rentan terhadap Covid-19 ini diantaranya hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, dan kanker.

Hipertensi misalnya, ditemukan pada pasien virus corona sebanyak 50,5%; diabetes melitus 34,4%, penyakit jantung 19,9%. Sementara pasien covid-19 dengan komorbid penyakit paru obstruktif kronis sebesar 10,1%.

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan bagi para peyandang PTM, antara lain menjaga asupan makanan dan minuman, menjalankan kebiasaan sehat dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter, terutama pemeriksaan dengan dokter yang telah mengetahui rekam medis para penyandang PTM.

Pada penderita kardiometabolik misalnya (faktor risiko terjadinya penyakit jantung di antaranya diabetes, obesitas, kolesterol , trigliserida serta tekanan hipertensi), telah memiliki chronic inflammation atau peradangan kronis di dalam tubuhnya sejak lama.

“Kalau sudah ada peradangan kronis yang berlangsung lama, otomatis sistem imunitas tubuh juga menurun,” terang DR. med. Dr. Maya Surjadjaja, M. Gizi, SpGK, FAAMFM, dalam Webinar bertajuk Bahaya Penyakit Penyerta Pada Pasien Covid-19 belum lama ini.

Itulah mengapa penderita komorbid lebih rentan terhadap penularan Covid-19. Faktor yang kedua adalah adanya reseptor ACE2, yaitu enzim yang menempel pada permukaan luar sel (membran sel) di hampir semua organ. Misalnya, di paru-paru, arteri, jantung, ginjal, dan usus.

"Reseptor ini mempunyai afinitas yang kuat dengan virus SARS-CoV-2” jelas dr. Maya.

Ikatan dengan reseptor ACE2 inilah yang memicu virus corona untuk masuk ke dalam sel inang. Sehingga gejala Covid-19 ada di organ-organ tersebut dan sangat bervariasi, seperti gangguan pernapasan, batuk, radang tenggorokan, peradangan hati, kejang, nyeri sendi, ruam di kulit, penurunan fungsi indra pengecap dan pembau, hingga diare.

Baca juga: 5 Foto Gemas Bayi Cut Meyriska dan Roger Danuarta, Jadi Pengen Peluk!

Apabila organ tersebut sedari awal sudah bermasalah diperparah dengan peradangan kronis, akan berakibat lebih fatal.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini