Jamu Herbal Disebut Tak Bisa Sembuhkan Covid-19, Begini Penjelasannya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 481 2258056 jamu-herbal-disebut-tak-bisa-sembuhkan-covid-19-begini-penjelasannya-Kbl4FM5392.jpg Jamu herbal (Foto: Okezone)

Angka positif Covid-19 terus mengalami kenaikan hingga saat ini. Banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan penyembuhnya. Bahkan banyak herbal tradisional yang diklaim dapat menyembuhkan virus Covid-19. Namun apakah hal tersebut efektif?

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Akhmad Saikhu mengatakan, obat Covid-19 satu-satunya adalah anti-virus berupa vaksin.

 mencari vaksin Covid-19

Ia menjelaskan, saat ini vaksin tersebut masih dalam proses penelitian. Oleh sebab itu, ia mengatakan bahwa penggunaan obat tradisional yang beredar luas saat ini, tidak dapat menyembuhkan Covid-19.

“Jamu (obat tradisional) ini adalah untuk komorbit (penyakit penyerta) dari Covid-19, artinya bisa dipergunakan untuk meringankan gejala-gejala penyerta,” ujar Akhmad dalam siaran pers BNPB, Kamis (6/8/2020).

Lebih lanjut Akhmad menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan obat tradisional terdiri dari tiga kategori. Di antaranya adalah jamu, obat herbal terstandarisasi dan fitofarmaka. Obat-obat tersebut juga harus memenuhi syarat seperti tidak menimbulkan efek samping dan mengganggu fungsi hati atau ginjal.

Terkait aksi mencampur ramuan jamu, Badan Litbang Kesehatan Kemenkes sudah mengeluarkan daftar ramuan jamu yang dapat dikonsumsi secara langsung. Tujuannya untuk menjamin keselamatan masyarakat dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

Baca juga: 5 Foto Gemas Bayi Cut Meyriska dan Roger Danuarta, Jadi Pengen Peluk!

Akhmad juga mengimbau masyarakat yang terbiasa mengonsumsi jamu, supaya tetap meneruskan hal itu selama jamu tersebut dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Terlebih jika jamu itu dapat meringankan gejala penyakit.

"Untuk masa-masa Covid-19 ini, justru ditingkatkan saja takarannya,” pungkasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini