Kenali Gejala Sindrom Sjogren yang Sering Tak Disadari

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 481 2258144 kenali-gejala-sindrom-sjogren-yang-sering-tak-disadari-UVkgcSEpZN.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Sindrom Sjogren merupakan salah satu penyakit autoimun yang sifatnya kronik dan sistemik. Meski terdengar asing, namun penyakit ini cukup banyak menyerang masyarakat.

Divisi Alergi Imunologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM/RSUI Dewan Pembina Yayasan Sjogren Syndrome Indonesia, Dr. dr. Alvina Widhani, SpPD, K-AI mengatakan Sindrom Sjogren sering kali terlambat terdiagnosis.

“Ini karena gejala awal Sindrom Sjogren beragam. Alhasil saat gejala sudah berakumulasi maka cirinya baru bisa diketahui saat melakukan pemeriksaan ke dokter sehingga diagnosisnya menjadi terlambat,” dr. Alvina, dalam Webinar Kalbe ‘Kenali Sjogren’s Syndrome’, Kamis (6/8/2020).

Dalam kesempatan tersebut, dr. Alvina pun membagikan beberapa gejala yang muncul pada penderita Sindrom Sjogren dari berbagai bagian tubuh. Beberapa diantaranya adalah:

Pada mulut:

Tenggorokan Sakit

1. Sulit menelan makanan kering

2. Sensitif terhadap makanan pedas

3. Karies

4. Sulit menelan makanan tanpa air

5. Perubahan pengecap

6. Jamur di mulut

Baca Juga : Waspadai Sindrom Sjogren, Penyakit Autoimun yang Serang Kelenjar Manusia

Pada mata:

1. Mata terasa kering, gatal, terbakar, berpasir terutama setelah menggunakan komputer dalam waktu lama

2. Infeksi atau luka di mata

Ciri-ciri lain:

1. Batuk kering

2. Hidung kering

3. Sinusitis berulang

4. Hidung berdarah

5. Kulit kering

6. Rambut kasar atau kering

7. Vagina kering

8. Nyeri sendi

9. Pembengkakkan kelenjar air liur

10. Mudah lelah

11. Fibromialgia

12. Gangguan pencernaan atau heart burn

13. Neuropati

14. Peradangan kandung kemih

15. Depresi

Batuk

Adapun faktor risiko yang memicu seseorang menderita Sindrom Sjogren bisa disebabkan oleh beberapa penyebab. Diantaranya adalah:

1. Genetik atau keturunan

2. Hormon (penurunan hormon esterogen seiring bertambahnya usia dan berkurangnya vitamin D)

3. Stres kronik

4. Lingkungan (infeksi virus, silikon, polusi, ketidakseimbangan mikroba)

5. Aktivasi respon imun

6. Pembentukan antibodi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini