IDI Bakal Keluarkan Regulasi Platform Telemedis, Ini Bocoran Aturannya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 481 2258172 idi-bakal-keluarkan-regulasi-platform-tele-medis-ini-bocoran-aturannya-zyabjQRxEc.jpg Telemedis (Foto : Medicaldaily)

Tak bisa dipungkiri, efek pandemi Covid-19, banyak lahir platform telemedis di Indonesia. Masyarakat pun mulai banyak yang menggunakannya, seraya pandemi Covid-19 belum selesai.

Ya, dengan masih adanya virus corona di sekitar masyarakat, risiko penyebaran antarorang masih bisa terjadi, terlebih jika ada oknum masyarakat yang tidak mau menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu, konsultasi virtual dengan dokter spesialis akan sangat membantu agar masyarakat tetap di rumah saja.

Terkait dengan platform telemedis, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng Mohammad Faqih menerangkan, ke depannya akan ada regulasi terkait platform telemedis. Ini dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi dari teknologi digital tersebut.

Telemedicine

Hal pertama yang mesti dipahami masyarakat ialah platform telemedis bukan pengganti fasilitas kesehatan. Jadi, jika Anda membutuhkan perawatan lebih intensif, tentunya harus dilakukan di fasilitas kesehatan.

"Ini (platform telemedis) bukan replacement (pengganti), tapi complement (pelengkap)," tegas Daeng dalam Virtual Press Conference Aido Health Launching, Kamis (6/8/2020).

Baca Juga : Ruangan Kantor Gunakan AC Sentral, Ini Cara agar Tak Terpapar Covid-19

Jadi, sambung Daeng, platform telemedis itu hanya alat bantu dokter dan pasien agar lebih dekat dan lebih cepat dalam melakukan konsultasi.

Nah, terkait dengan regulasi, Daeng coba membocorkan beberapa poin pentingnya. Bberikut ulasannya:

1. Berbasis fasilitas kesehatan

Platform telemedis yang baik itu berbasis fasilitas kesehatan. Dengan begitu, pasien pun akan mendapatkan kejelasan mengenai kondisi kesehatan dan penanganannya.

2. Dokter wajib memiliki tempat

Karena berbasis fasilitas kesehatan, dokter yang terdaftar di platform telemedis mesti bekerja atau praktik di fasilitas kesehatan yang terdaftar. "Dokternya mesti punya tempat praktik, karena itu dokter wajib mengantongi Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP)," kata Daeng.

3. Data pasien masuk ke rekam medis faskes

Lagi, karena berbasis fasilitas kesehatan, data pasien tidak tersimpan di dalam aplikasi, tetapi masuk ke dalam rekam medis pasien di fasilitas kesehatan tempat dokternya berpraktik.

"Dengan begitu, data pasien dijaga kerahasiaannya dengan baik karena tidak tersimpan di aplikasi platform, melainkan di fasilitas kesehatan," tutur Daeng.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini