Ahli Sarankan Jangan Hangatkan Teh Pakai Microwave, Ini Alasannya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 298 2258283 ahli-sarankan-jangan-hangatkan-teh-pakai-microwave-ini-alasannya-kUfPFaGYQz.jpg Ilustrasi (Foto : Foxnews)

Ada banyak cara untuk meracik teh yang lezat dan menguggah selera. Cara paling umum adalah dengan merebus air mendidih, lalu menuangkannya ke dalam cangkir yang sudah berisikan bubuk teh pilihan.

Tak sedikit pula orang yang menggunakan microwave karena sangat praktis dan anti-ribet. Namun perlu diketahui, cara ini cenderung tidak menghasilkan suhu panas yang merata. Berbeda dengan ketel. Air yang direbus menggunakan alat ini menghasilkan suhu yang seimbang.

Dalam arti lain, suhu panas yang berasal dari bawah akan naik dan menghangatkan air pada bagian atas ketel. Itulah sebabnya teh yang diolah menggunakan ketel, terasa lebih memuaskan.

Jangan Hangatkan Teh

Hal tersebut dipertegas oleh penelitian yang dilakukan oleh University of Electronic Science & Technology of China. Mereka menemukan bahwa cairan pada bagian atas microwave cenderung menjadi lebih cepat panas daripada cairan di bagian bawahnya. Alhasil, racikan teh pun akan terasa sangat panas pada bagian atas gelas, namun terasa lebih dingin pada bagian bawahnya.

Namun, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal AIP Advances, tidak menutup kemungkinan racikan teh akan terasa lebih lezat ketika diolah menggunakan microwave. Caranya dengan menggunakan pelapis perak/logam khusus untuk menutupi permukaan gelas atau cangkir.

Baca Juga : Potret Liburan Ayu Ting Ting Main Air di Curug Leuwi Hejo

Teknik ini dipercaya dapat memblokir air pada bagian atas gelas agar tidak terlalu panas, sehingga proses konveksi (penyebaran panas) pada bagian bawah gelas dapat berjalan dengan lancar. Temuan ini diketahui setelah para peneliti menggunakan metode ‘geometri yang diatur dengan baik’, sehingga percikan api tidak akan mengenai lapisan perak atau logam tersebut.

“Setelah merancang struktur logam dengan hati-hati pada ukuran yang sesuai, tepi logam yang rentan terkena percikan api berhasil di amankan. Cara inilah yang sangat aman untuk memanaskan teh menggunakan microwave,” ujar Bauqing Zeng, salah satu peneliti dalam jurnal tersebut.

Zeng menambahkan bahwa temuan mereka ini dapat diterapkan pada jenis minuman apapun. Namun dia menggaris bawahi bahwa metode yang mereka gunakan tidak dapat dipakai untuk menghangatkan makanan padat. Demikian dilansir dari Foxnews, Jumat (7/8/2020).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini