Makna Mendalam di Balik Lemper, Jajanan Pasar Kesukaan NCT 127

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 09 Agustus 2020 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 09 298 2259312 makna-mendalam-di-balik-lemper-jajanan-pasar-kesukaan-nct-127-gaYd1MM8LX.jpg Lemper. (Foto: Cookpad)

APAKAH Anda masih ingat momen NCT 127 menjajal jajanan pasar khas Indonesia? Ya, member NCT 127 pernah mencicipi lemper isi daging ayam.

Menurut penuturan mereka dalam video SM Town Indonesia bertajuk AweSM Corner, lemper isi daging ayam khas Indonesia itu rasanya enak. Bahkan, Yuta memberikan acungan jempol pada jajanan pasar tersebut.

Ya, lemper menjadi salah satu jajanan pasar yang cukup disukai banyak orang. Rasanya yang khas ditambah dengan camilan mengenyangkan, itu yang membuat lemper banyak disukai. Kalau Okezoners suka lemper karena apa?

Tapi, siapa sangka lemper ternyata menyimpan makna dan cerita tersendiri, lho. Dalam buku berjudul 'Belajar dari Makanan Khas Jawa' karya Dawud Achroni terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, diterangkan kalau lemper itu biasa disajikan di berbagai acara, seperti resepsi pernikahan hingga bagian dari upacara adat.

Lemper sendiri, merupakan panganan yang terbuat dari ketan. Di dalamnya terdapat isian, bisa abon, daging cincang, atau daging ayam cincang. Lemper dibungkus dengan daun pisang.

Lemper

Nah, bicara mengenai kekhasan lemper daripada jajanan pasar lain, camilan ini menjadi simbol ajaran-ajaran luhur. Jadi, nama lemper itu mengajarkan pentingnya sikap rendah hati.

Lemper pun merupakan singkatan dari 'yen dielem atimu ojo memper', yang artinya ketika mendapat pujian dari orang lain, hati tidak boleh menjadi sombong atau membanggakan diri.

Kita tahu bersama, banyak orang menjadi lupa diri ketika dipuji. Mereka merasa lebih baik daripada orang lain. Nah, dengan lemper ini, kita diingatkan agar kalau dipuji, seharusnya tetap rendah hati.

Lebih jauh lagi, dalam acara-acara hajatan, lemper melambangkan harapan akan datangnya rezeki. Arti ini juga berasal dari sifat ketan yang lengket. Dengan menghidangkan lemper, orang yang menyelenggarakan hajatan berharap rezeki akan datang dan nempel selama menggelar acara.

Di daerah Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta, terdapat tradisi bernama Rebo Pungkasan. Tradisi ini sudah diselenggarakan masyarakat setempat sejak lama secara turun-temurun.

Upacara adat tersebut diselenggarakan pada Rabu terakhir bulan Safar. Rebo Pungkasan adalah tradisi yang memiliki keunikan tersendiri. Ya, upacara ini menghadirkan lemper raksasa, gunungan, dan pasukan prajurit Keraton Yogyakarta.

Di sisi lain, untuk bisa menikmati lemper, Anda harus membuka pembungkusnya yang berupa daun pisang terlebih dulu. Selama kulit belum dibuka, kelezatan lemper tidak pernah dapat dirasakan.

Hal itu mengajarkan bahwa jika ingin mencapai kemuliaan hidup, orang harus membersihkan diri dulu. Maksud membersihkan diri adalah membuang segala yang tidak baik dan sifat buruk.

Dari lemper ini, ada banyak kebaikan yang dapat kita pelajari, mulai dari rendah hati, menjalin silaturahmi dengan orang lain, dan menjaga diri dari sifat buruk. Itu semua mesti dilakukan agar Anda dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini