Bangun Tidur Suka Pusing? Awas, Bisa Jadi Demensia

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 09:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 481 2260193 bangun-tidur-suka-pusing-awas-bisa-jadi-demensia-5Mk3C3u2ZL.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Apakah Anda sering merasa pusing saat berdiri? Berdasarkan studi baru, Anda mungkin berisiko tinggi terkena demensia.

Sebuah studi baru yang diterbitkan di Neurology, jurnal medis American Academy of Neurology, kondisi tersebut disebut hipotensi ortostatik. Itu terjadi ketika orang mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat mereka berdiri.

Studi tersebut menemukan hubungan dengan demensia hanya pada orang yang tekanan darah sistoliknya dan bukan darah diastoliknya atau tekanan darah keseluruhannya turun.

Apa itu tekanan darah sistolik?

Tekanan darah sistolik adalah angka pertama atau teratas dalam cara baca tekanan darah dan hipotensi ortostatik sistolik didefinisikan sebagai penurunan minimal 15 mmHg saat Anda bangun dari posisi duduk.

Bangun Tidur

“Tekanan darah orang-orang ketika mereka berpindah dari duduk ke berdiri harus dipantau,” kata penulis studi Laure Rouch, Pharm.D., Ph.D., dari University of California, San Francisco seperti dikutip Times of India pada Selasa (11/8/2020).

“Ada kemungkinan bahwa mengontrol penurunan tekanan darah ini bisa menjadi cara yang menjanjikan untuk membantu mempertahankan pemikiran dan kemampuan ingatan orang seiring bertambahnya usia.”

Penelitian ini melibatkan 2.131 peserta yang berusia 72 tahun ke atas dan tidak menderita demensia saat mendaftar. Pembacaan tekanan darah orang-orang ini diambil satu, tiga, dan lima tahun kemudian sejak mereka mendaftar.

Baca Juga : Gaya Nia Ramadhani Pakai Swimwear di Pantai, Centil Banget!

Ditemukan bahwa 15 persen mengalami hipotensi ortostatik, 9 persen mengalami hipotensi ortostatik sistolik dan 6 persen mengalami hipotensi ortostatik diastolik.

Selama 12 tahun ke depan, para peserta dievaluasi untuk melihat apakah ada yang menderita demensia. Sebanyak 462 orang atau 22 persen terserang penyakit tersebut.

Orang yang memiliki ortostatik sistolik 40 persen lebih berisiko menderita demensia dibandingkan mereka yang tidak menderita kondisi ini. Para peneliti menyesuaikan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi risiko demensia, seperti diabetes, merokok, dan penggunaan alkohol, mereka yang mengalami hipotensi ortostatik sistolik 37 persen lebih berisiko terdampak demensia.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini