Staphylococcus Hominis, Mikroba yang Bertanggung Jawab Buat Ketiak Bau

Elsa Virina Simanjuntak, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 22:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 611 2260693 staphylococcus-hominis-mikroba-yang-bertanggung-jawab-buat-ketiak-bau-WehjgVe5wW.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BAU badan adalah sesuatu yang tidak mengenakkan. Terlebih lagi saat kita di tempat umum, kita tidak nyaman bila ada orang dengan bau badan, atau kita sendiri dengan bau badan.

Berdasarkan Times Of India yang mengutip para peneliti di University of York, ada beberapa alasan mengapa kamu memiliki bau badan.

Ternyata, mereka menemukan beberapa bakteri yang menjadi penyebab bau badan, terutama pada bagian ketiak. Dalam bakteri ini ditemukan enzim penyebab bau badan, salah satunya bau pada ketiak.

Baca Juga: Potret Cantik Nia Ramadhani Liburan di Pantai, Mama Muda Penuh Pesona!

ketiak

Sebuah studi dalam jurnal Scientific Report pun juga menemukan bagaimana bakteri mengembangkan enzim khusus yang menghasilkan molekul kunci dari bau badan ini.

“Memecahkan struktur 'enzim BO' ini memungkinkan kami untuk menentukan langkah molekuler di dalam bakteri tertentu yang membuat molekul bau,” sebut Prof. Gavin Thomas tim peneliti University of York.

Studi ini adalah sebuah kemajuan dalam memahami cara kerja bau badan. Dengan demikian, mereka pun dapat melakukan pengembangan obat untuk menghentikan bau badan di sumbernya tanpa merusak mikrobioma ketiak.

Sebenarnya, setiap orang mempunyai kelompok bakteri yang berbeda bergantung pada mikrobioma kulit masing-masing. Tetapi, mereka menemukan satu mikroba yang berperan penting dalam menciptakan bau badan, yaitu Staphylococcus hominis,

Enzim bau badan yang ditemukan dalam bakteri ini sudah ada sejak lama, bahkan sebelum kemunculan Homo Sapiens sebagai spesies.

Ternyata, penemuan ini berdampak bagi para produsen barang industri rumah tangga, seperti Unilever.

“Penelitian ini membuka mata kita. Sangat menarik kita bisa menemukan enzim pembentuk bau badan yang ada pada bakteri tertentu dan ternyata sudah berevolusi 10 juta tahun lalu,” sebut Dr. Gordon James dari Unilever.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini