Menolak Digusur, Ini Penampakan Rumah yang Membelah Jalan Raya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 612 2260473 menolak-digusur-ini-penampakan-rumah-yang-membelah-jalan-raya-ItfcqTmDRz.jpg Rumah membelah jalan raya (Foto: VT)

Salah satu jalan raya yang baru di buka di Provinsi Guangdong, China menjadi viral karena adanya penampakan yang tidak biasa. Jalan raya tersebut di bangun di sekitar rumah mungil kumuh. Kabarnya sang pemilik rumah menolak digusur.

Rumah ini dikenal dengan sebutan Rumah Paku karena sang pemilik rumah menolak kompensasi dari pengembang atas pembongkaran rumah tersebut. Alhasil rumah tersebut berdiri sendirian membelah jembatan jalan raya yang memisahkan antara sisi jalan bagian kanan dan kiri.

rumah membelah jalan raya

Salah satu rekaman video menampilkan rumah tersebut membelah di antara jalur Jembatan Haizhuyong yang baru di buka di Kota Guangzhou. Rumah tersebut terletak di lubang pada tengah jembatan jalan yang terdiri dari empat jalur.

Kini tempat tersebut telah menjadi daya tarik bagi para masyarakat lokal. Banyak warga berkunjung ke sana karena penasaran.

Pemilik rumah satu lantai dengan luas 40 meter tersebut diketahui bernama Nyonya Liang. Ia mengaku pemerintah telah gagal dalam memberinya properti pengganti di lokasi yang ideal. Ia mengaku pemerintah menawarkan sebuah flat yang terletak di dekat kamar mayat. Oleh sebab itu ia menolak tawaran mengerikan tersebut.

Nyonya Liang menjadi satu-satunya orang dari 47 pemilik rumah dan tujuh perusahaan yang masih tetap beryahan di sekitar jalan raya tersebut. Sementara beberapa penduduk lainnya telah menerima tawaran pemerintah untuk pindah pada September lalu.

“Anda pikir lingkungan ini buruk, tapi jujur saya merasa tenang, bebas, senang dan nyaman,” terang Nyonya Liang, sebagaimana dilansir dari Oddity Central, Selasa, (11/8/2020).

Menurut laporan media lokal China, pemerintah lokal telah mengajukan beberapa tawaran kepada Nyonya Liang, namun ia menolak semuanya. Kabarnya kompensasi yang diberikan pemerintah kepada Nyonya Liang adalah dua flat tempat tinggi serta kompensasi uang tunai sekira Rp2,7 miliar.

Namun Nyonya Liang menolak tawaran tersebut dan justru meminta mahar empat flat serta uang tunai sekira Rp4,2 miliar. Setelah gagal mencapai kesepakatan dengan pemilik rumah, pemerintah dilaporkan tidak memiliki pilihan selain mengubah proyek asli dan membangun jembatan di sekitar rumah itu.

 Baca juga: Potret Yuni Shara yang Belum Kehilangan Pesonanya di Usia 48 Tahun

Meski demikian seorang juru bicara mengatakan bahwa saat ini negosiasi dengan wanita itu masih akan terus berlanjut. Kasus ini juga telah memicu terjadi perdebatan online yang memanas.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini