Covid-19 Belum Selesai, China dan Inggris Dihantui Wabah Virus Tick-Borne

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2020 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 481 2261069 covid-19-belum-selesai-china-dan-inggris-dihantui-wabah-virus-tick-borne-mZyYcTIZwQ.jpg Waspadai ancaman virus tick borne (Foto : Times)

Pandemi Covid-19 belum selesai, di China kini terjadi wabah yang disebut dengan 'tick-borne disease'. Wabah tersebut sudah menewaskan 7 orang dan menjangkit 60 orang, menurut laporan The Sun.

Global Times mencatat data lengkapnya, yaitu sekitar 27 orang terinfeksi virus yang disebabkan seekor kutu di Provinsi Anhui, dengan tujuh orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 37 pasien lainnya berasal dari Provinsi Jiangsu.

Wabah 'tick-bones disease' yang biasa disebut dengan Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome (SFTS) bukan hal baru di China. Sebab, peneliti China pernah menemukan kasus yang sama sebelumnya, tepatnya pada 2011. Meski wabah lama, menjadi catatan di sini adalah SFTS menular antarmanusia.

serangga

Ya, virus ini dapat berpindah dari satu manusia ke manusia lain, percis virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19. Tapi, ditegaskan Dokter dari rumah sakit afiliasi pertama di Universitas Zhejiang, Sheng Jifang, proses transfer virusnya bukan melalui droplet seperti Covid-19, melainkan lewat darah dan lendir yang terinfeksi.

Bagaimana gejala dari infeksi virus SFTS ini? Berkaca dari kasus pasien di ibu kota Jiangsu yang dirawat di rumah sakit selama sebulan, dia memperlihatkan tanda-tanda seperti demam tinggi, batuk, dan terjadi penurunan sel darah putih.

Baca Juga : Intip Liburan Nia Ramadhani Basah-basahan di Kolam Renang, Bikin Gagal Fokus!

Sementara itu, wabah SFTS ini bukan hanya terjadi di China, tetapi Inggris pun mencatat terjadinya wabah yang menular lewat kutu tersebut. Menurut laporan The Guardian, kasus SFTS dua kali ditemukan di Inggris.

Dikatakan di sana, SFTS menyerang sistem saraf pusat. Kasus ini sangat jarang terjadi dan risiko terinfeksinya sangat rendah di Inggris. Public Health England (PHE) mengatakan, pasien SFTS kini tengah dirawat di rumah sakit.

PHE melanjutkan, dalam penelitiannya, SFTS kebanyakan tidak menunjukkan gejala, sekalipun menunjukkan gejala, seringkali ada dua fase dalam tubuh pasien.

Fase pertama dikaitan dengan gejala mirip flu seperti demam, sakit kepala, dan kelelahan. Untuk fase kedua, ini merupakan lanjutan dari fase pertama, jadi pasien akan mengalami meningitis, ensefalitis, bahkan kelumpuhan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini