Wabah Penyakit Kutu SFTS Mengancam, Jeruk Bali Merah Solusinya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2020 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 481 2261082 wabah-penyakit-kutu-sfts-mengancam-jeruk-bali-merah-solusinya-z9KWcCV8Sx.jpg Buah grapefruit (Foto : Newsmedical)

Negara seperti China, Inggris, dan Amerika ternyata tengah berjuang juga melawan wabah Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome (SFTS) yang berasal dari kutu. Di China sendiri, wabah tersebut sudah menewaskan 7 orang dan 60 orang mesti menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Di Inggris, kasus SFTS ditemukan pada satu pasien. Di Amerika, menurut laman NBC News, kasus SFTS mengalami pelonjakan dua kali lipat pada 2004 hingga 2016.

SFTS tak bisa dianggap sepele, apalagi jika daerah ada terbilang mudah ditemukan kutu. Namun, tenang saja, Centers for Disease Control and Prevention Amerika menemukan bahwa aroma buah grapefruit mampu mengusir serangga, termasuk kutu maupun nyamuk.

Nyamuk

Ya, Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika mengumumkan bahwa mereka telah menyetujui bahan baru yang disebut nootkatone (beraroma grapefruit) dapat mengusir dan membunuh nyamuk dan kutu. Bahan alami itu ditemukan CDC dan tengah dikembangkan menjadi insektisida.

Menurut mereka, nootkatone bisa juga ditemukan di pohon cedar kuning Alaska dan banyak digunakan dalam industri kosmetik untuk membuat parfum dan cologne.

Baca Juga : Covid-19 Belum Selesai, China dan Inggris Dihantui Wabah Virus Tick-Borne

EPA mengakui bahwa bahan tersebut aman dan efektif, dan secara resmi memberikan lampu hijau bagi perusahaan untuk menggunakan nootkatone untuk mengembangkan produk baru bagi manusia dan hewan peliharaan untuk mencegah gigitan serangga.

"Studi menunjukkan bahwa ketika produk diformulasikan nootkatone, barang tersebut dapat mengusir dan membunuh kutu, nyamuk, dan berbagai macam hama penggigit lainnya," kata EPA dalam sebuah pernyataan. Penyakit yang ditularkan oleh serangga ini antara lain penyakit Lyme, malaria, dan virus Zika. Termasuk juga di sana SFTS yang kini mulai mewabah di beberapa negara.

CDC bekerja dengan Evolva, sebuah perusahaan bioteknologi, untuk mengembangkan dan meneliti bahan tersebut. Penelitian telah menunjukkan bahwa nootkatone dapat bekerja sebaik pengusir serangga lainnya, seperti DEET. "Perlindungan dari gigitan serangga diperkirakan berlangsung beberapa jam dengan nootkatone," catat EPA.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini