Nekat Bersihkan Uang Kertas di Mesin Cuci, Pria Ini Rugi Besar!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2020 20:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 612 2261289 nekat-bersihkan-uang-kertas-di-mesin-cuci-pria-ini-rugi-besar-ZwzuriFVgX.jpg Pria nekat bersihkan uang ke mesin cuci (Foto : Worldofbuzz)

Seorang pria asal Korea Selatan bernama Eom menderita kerugian yang cukup besar ketika berusaha untuk membersihkan uang kertasnya. Ia dengan sengaja memasukkannya ke dalam mesin cuci dan mencucinya layaknya pakaian.

Tentunya mencuci uang bukanlah ide yang sangat bagus. Terlebih ketika ada uang kertas yang rusak maka Bank Korea akan menolak untuk menukarkannya. Saat ini identitas lengkap Eom dirahasiakan untuk menghentikan aksi bullying di dunia maya.

Melansir dari World of Buzz, Rabu (12/8/2020), Eom menempatkan uang kertas pecahan 50 ribu won atau sekira Rp623 ribu dalam jumlah yang tidak terhitung ke dalam mesin cuci pada awal 2020.

Seperti diketahui setiap warga kota Ansan akan menghubungi bank sentral negaranya, yakni Bank of Korea apabila memiliki uang kertas yang rusak. Hal itu bertujuan untuk mengetahui apakah uang kertas tersebut dapat ditukar dengan yang baru.

Uang Rusak

Eom pun lantas pergi ke bank untuk menukarkan uangnya yang rusak saat dicuci. Untungnya, Bank of Korea telah menukar beberapa uang kertas yang rusak dengan yang baru. Tepatnya uang kertas baru senilai 23 juta won atau sekira Rp286 juta.

Menurut Pejabat Bank Korea, Seo Jee Woun, yang menangani kasus unik tersebut, bank menukarkan uang kertas 507 sebesar 50.000 won dengan nilai setengah harga akibat kerusakan tersebut.

Baca Juga : Intip Liburan Nia Ramadhani Basah-basahan di Kolam Renang, Bikin Gagal Fokus!

Uang kertas lain dari Eom tidak dapat ditukar karena kerusakannya terlalu parah. Jee Woun mengatakan bahwa bahkan dia tidak tahu berapa banyak uang yang coba dibersihkan oleh orang tersebut. Pasalnya pejabat bank tidak menghitung jumlah tagihan yang tidak dapat ditukar.

Dia juga mengatakan bahwa kerugian yang dialami Eom cukup besar. Lebih parah lagi, uang yang hilang akibat tindakan Eom sebenarnya adalah uang belasungkawa yang diberikan oleh kerabat, teman, dan lainnya saat pemakaman keluarga.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini