Batuk Pasien TBC Bisa Mengandung Lebih dari 10 Ribu Bakteri Loh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 481 2261771 batuk-pasien-tbc-bisa-mengandung-lebih-dari-10-ribu-bakteri-loh-VIbTOdQsxN.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PENYAKIT TBC atau Tuberkulosis menjadi penyakit menular pertama di Indonesia. TBC sudah ada sejak lama dan masih terus menjangkit masyarakat hingga sekarang.

TBC sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyerang tubuh seseorang di sistem pernapasan, makanya gejala yang sering diperlihatkan pasien TBC adalah batuk, selain demam dan keluar keringat di malam hari.

Baca Juga: Ulang Tahun ke-50, Duh Sophia Latjuba Pamer Body Kekar Bikin Pusing

batuk

Diterangkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Wiendra Waworuntu, M.Kes, gejala lain yang biasa diperlihatkan pasien TBC adalah penurunan berat badan drastis dalam waktu singkat.

"Gejala ini bisa menjadi tanda awal seseorang alamai TBC. Tentu, diagnosa pemeriksaan laboratorium menjadi yang utama dalam penegakkan diagnosanya," ungkapnya di virtual konferensi pers kampanye Ayo TOSS TBC yang diinisiasi Kemenkes dan PT Johnson and Johnson Indonesia, Kamis (13/8/2020).

Wiendra pun menerangkan bahwa pasien TBC yang batuk itu cukup mudah menularkan bakterinya ke orang disekitarnya, apalagi jika tidak menerapkan etika batuk dengan benar atau tidak pakai masker. Ya, sekali pasien TBC batuk, dia mengeluarkan lebih dari 10.000 bakteri TBC dan karena itu memungkinkan 10 hingga 15 orang terpapar langsung.

Karena itu, penggunaan masker bagi pasien TBC itu menjadi hal wajib yang harus dilakukan. Tidak hanya itu, ketika sedang lepas masker karena alasan tertentu, pastikan ketika batuk melakukan etika batuk dengan benar.

Pasien TBC maupun keluarga pasien mesti teredukasi agar penyebaran bakteri penyakit bisa dicegah dengan baik. "Jangan diskriminasi pasien TBC. Mereka tetap bisa beraktivitas seperti biasa asal mengonsumsi obat sampai sembuh yang durasinya bisa 6 bulan hingga 24 bulan pada pasien TBC RO," tambah Wiendra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini