BKKBN Sebut Mahasiswi Lebih Banyak Jadi Dokter ketimbang Mahasiswa

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 18:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 612 2264053 bkkbn-sebut-mahasiswi-lebih-banyak-jadi-dokter-ketimbang-mahasiswa-rrhoTRY7Hg.jpg Ilustrasi. (Freepik)

KESETARAAN gender yang digaungkan RA Kartini salah satunya diimplementasikan pada akses pendidikan merata bagi kaum perempuan. Tidak boleh lagi ada perempuan yang tidak mengenyam pendidikan sekarang.

Poin tersebut menjadi sangat penting dalam menunjang terciptanya keluarga hebat. Ya, ketika perempuan memiliki akses pendidikan, dia tidak akan dianggap bodoh dan dianggap orang yang tak memiliki fungsi di masyarakat.

Peran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) diperlukan di sini. Ya, BKKBN ternyata memastikan setiap anak perempuan mendapatkan pendidikan yang layak dan tuntas.

Dijelaskan Ketua Tim Pakar Mendes PDTT Prof. Dr. Haryono Suyono, keberadaan siswi perempuan di sekolah adalah salah satu indikator keberhasilan BKKBN di masyarakat.

"Jika ada sekolah yang di dalam kelasnya jumlah siswi perempuannya sedikit, BKKBN dinilai gagal menjalankan tugasnya di masyarakat," terangnya dalam Webinar 'Keluargaku, Indonesiaku', Selasa (18/8/2020).

Baca Juga: 5 Koleksi Foto Cantik Hana Hanifah, Uh Body-nya bak Gitar Spanyol

Hal ini berkaitan dengan tercapainya indikator Human Development Index (HDI) sumber daya manusia (SDM) yang salah satunya adalah pendidikan. Dalam indikator tersebut, diterangkan Prof Haryo, terdapat poin kesetaraan gender dan ini berkaitan dengan ratanya akses pendidikan bagi siswa laki-laki maupun siswi perempuan.

dokter

Indikator jumlah siswi perempuan di sekolah ini juga menjadi penting bagi pemerintah daerah memastikan terlaksananya pendidikan bagi semua anak. Nah, pada kasus kurangnya siswa perempuan di sekolah, itu berarti ada anak perempuan yang tidak menuntut ilmu dan ini menjadi tugas BKKBN untuk memastikan si anak perempuan itu mendapatkan pendidikan yang layak.

Tidak hanya itu, Prof Haryono pun menekankan pentingnya anak perempuan cerdas dan menabung. Dengan tugas ini, BKKBN mesti mendorong anak perempuan khususnya untuk belajar menabung sejak dini. Ini penting agar si anak menjadi sosok yang cerdas di kehidupannya.

Dia melanjutkan, tidak boleh lagi ada keluarga miskin yang tidak belajar di sekolah mulai dari PAUD hingga SMA. Ini poin yang tak bisa dikesampingkan karena pendidikan adalah hak semua anak di Indonesia.

"BKKBN mesti memastikan anak miskin dididik sebaik-baiknya. Ini memastikan juga bahwa anak dari keluarga miskin mengenyam pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga seterusnya. Tujuannya bukan membuat mereka jadi pintar, tapi cakupan anak-anak itu masuk ke dalam sistem pendidikan di negara ini," ujarnya.

Terkait dengan anak perempuan itu sekarang cerdas dan luar biasa, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo punya buktinya. Menurut ceritanya, saat masih menjadi dosen di kampus kedokteran, kebanyakan mahasiswilah yang punya nilai tinggi.

"Mahasiswi juga yang paling banyak menjadi dokter karena nilai IP mahsiswi itu lebih tinggi daripada mahasiswa laki-laki. Perempuan sekarang memang luar biasa," kata Hasto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini