Sederet Tips Merawat Karpet Handmade Biar Enggak Cepat Rusak

Anabel Lerric, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2020 23:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 612 2264774 sederet-tips-merawat-karpet-handmade-biar-enggak-cepat-rusak-huUFN9qNfR.jpg Ilustrasi. (Foto: Theguideistanbul)

ADA banyak jenis karpet favorit orang Indonesia yang laris di pasaran. Di samping itu, Anda juga harus tahu cara merawat karpet yang baik agar tak cepat rusak.

Pemuda berkebangsaan Pakistan yang juga pengusaha karpet, Atta Ul Karim, membeberkan banyak hal seputar karpet yang umumnya dipakai untuk mendekorasi rumah. Atta menjelaskan, ternyata dari setiap negara, masing-masing punya ci khas karpet, juga perbedaannya loh.

"Seperti pada karpet dari Iran dan Turki yang berbeda. Bedanya kalau karpet Iran ada yang handmade pakai tangan, bahannya wool sama sutra," kata Atta lewat keterangan resminya.

Baca Juga: 5 Koleksi Foto Cantik Hana Hanifah, Uh Body-nya bak Gitar Spanyol

atta

Atta menambahkan, hal itulah yang membuat karpet tersebut menjadi mahal. Karena peoses pembuatannya yang masih menggunakan tangan dan benangnya yang tipis, dalam satu inch ada 180 ikat disulam, serta bahannya.

Bukan sekadar untuk mempercantik ruangan, ternyata menggunakan karpet itu ada filosofinya, Okezoners. Jika di Indonesia orang berpikir jika beli sofa hanya beberapa orang yang bisa duduk, kalau menggunakan karpet bisa banyak yang duduk.

"Secara Islam juga mengajarkan makan di lantai dan pakai tangan, jadi duduk di karpet," tambahnya.

Tak hanya membagikan ciri khas karpet dan filosofinya, Atta juga memberikan tips perawatan pada karpet. Perawatannya cukup mudah, hanya menggunakan vacum cleaner atau sapu lidi saja. Karpet ini juga tidak bisa sembarangan dalam mencucinya karena gak bisa sembarangan cuci karpet itu.

Karpet yang sangat diminati oleh orang Indonesia pasti harus bagus dan murah. Orang Indonesia suka karpet Turki dan Iran. Karpet Turki karena murah dan bagus. Kalau karpet Iran memang bagus banget, namun harganya juga bagus (mahal).

Akan tetapi masih ada banyak orang yang suka karpet handmade dan tidak menyukai karpet buatan dari mesin. Karena suka karpet seni, Motifnya hanya satu, karena bikinnya pakai tangan.

"Ada yang 6 bulan baru jadi karpetnya (handmade), itu yang murah. Kalau yang bagus sekali, bisa 4 tahun baru jadi (handmade)," bebernya.

Saat ini Atta sedang fokus untuk karpet masjid karena masjid setiap tiap tahun suka ganti suasana sesuai momen. Atta juga menyarankan pilihan karpet yang cocok di masjid, yaitu dengan motif polos agar fokus solatnya tidak ramai dengan motif.

Sebagai informasi, Atta Ul Karim adalah pria berkelahiran Pakistan yang berimigrasi ke Indonesia pada tahun 2009. Awal mulanya ia datang ke Indonesia adalah untuk meneruskan bisnis jualan karpet dari sang ayah.

Walaupun di awal Atta sempat merasa sedih karena harus meninggalkan kampung halamannya, namun sekarang ia mampu meneruskan dan membangun usaha ayahnya dengan baik. Kini, usaha karpet yang Atta teruskan telah menjadi sukses. Lewat Al-Barkat Oriental Rugs and Carpets, ia menjual berbagai jenis karpet dari berbagai negara di Timur Tengah dan memiliki harga yang bervariasi dilihat dari bahan dan motif karpet tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini