Kapan Waktu Tepat Mengenalkan Susu Sapi Pada Anak?

Mayang Magdalena Bengi, Jurnalis · Sabtu 22 Agustus 2020 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 21 481 2265269 kapan-waktu-tepat-mengenalkan-susu-sapi-pada-anak-krxf5cYvFR.jpg Ilustrasi susu sapi (Foto: Shutterstock)

Anda yang memiliki bayi mungkin bertanya-tanya, sampai kapan bayi Anda menerima ASI dan kapan waktu yang tepat bayi dapat minum susu sapi? Berikut penjelasannya.

Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber nutrisi yang sangat baik untuk bayi setelah lahir yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan yang tepat; itu memperkuat kekebalan dan melindungi dari infeksi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bayi harus disusui selama enam bulan pertama dan terus menyusu dengan memberikan makanan pendamping yang bergizi hingga usia dua tahun atau lebih.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa susu sapi utuh tidak boleh diberikan sampai bayi berusia satu tahun. Susu sapi utuh memiliki kandungan kasein membuat bayi sulit untuk mencerna. Selain itu, susu sapi utuh mengandung vitamin C, vitamin E, seng dan niasin dalam jumlah yang sangat rendah.

Ilustrasi susu sapi 

Baca juga: Imutnya Hana Hanifah Berbaju Serba Hitam, Buat Netizen Makin Sayang

Asupan yang lebih tinggi dari protein, natrium, kalium klorida dan fosfor yang ditemukan dalam susu sapi meningkatkan beban zat terlarut ginjal, sehingga menghasilkan osmolalitas urin, meningkatkan risiko alergi dan dapat menyebabkan pendarahan usus.

Setelah satu tahun, bayi belum terbiasa minum susu sapi maka lakukan tips ini :

1. Campurkan setengah susu sapi dan setengah ASI dan berikan bayi Anda agar terbiasa dengan rasanya secara bertahap. Mulailah dengan seteguk kecil setiap hari.

2. Berikan bayi Anda susu sapi yang hangat-hangat kuku dan tidak dingin. Susu sapi yang Anda berikan kepada bayi Anda harus dipasteurisasi dan disterilkan.

3. Tawarkan susu sapi dalam cangkir biasa karena ini akan membantu bayi Anda belajar cara minum.

4. Susu sapi harus menjadi bagian dari rencana makan bayi Anda. Dokter anak Anda dapat merekomendasikan kepada Anda bagaimana menjadikannya sebagai bagian dari makanan.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini