Sering Main ke Ancol, Sudah Tahu Sejarahnya Belum?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Sabtu 22 Agustus 2020 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 21 612 2265279 sering-main-ke-ancol-sudah-tahu-sejarahnya-belum-Zjd1qkJZ7G.jpg Welcome to Ancol (Foto: Heru Haryono/Okezone)

Ancol sangat identik dengan tempat rekreasi keluarga yang juga memiliki pantai yang indah terhubung langsung dengan Laut Jawa. Ancol juga dikenal sejumlah film atau lewat sinetron, salah satunya mitos mengenai hantu Si Manis Jembatan Ancol yang diperankan artis seksi Diah Permatasari. Namun, tahukah Anda sejarah kawasan Ancol?

Mengutip situs resminya, Sejak awal abad ke-17 Kawasan Ancol telah dilirik oleh Gubernur Hindia Belanda - Adriaan Valckenier, sebagai salah satu destinasi wisata menarik yang berpotensi besar untuk dikembangkan. Sehubungan dengan fokus Pemerintah yang saat itu masih tertuju pada Perang Kemerdekaan, maka pengembangan potensi wisata Ancol terabaikan.

Seiring berjalannya waktu, Ancol kembali mendapat perhatian dari Presiden RI yang pertama, Ir. Soekarno. Pada akhir Desember 1965, Soekarno memerintahkan dan menunjuk Gubernur DKI Jakarta, Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo menjadi Pelaksana Pembangunan dan Pengembangan Daerah Ancol untuk mengembangkan Ancol sebagai sebuah destinasi wisata.

Pengembangan proyek Ancol terus berjalan hingga tahun 1966 dan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta - Ali Sadikin. Seluruh pengerjaan seluruh proyek Ancol beralih kepada Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya PT Pembangunan Jaya.

Ancol 

Baca juga: 5 Foto Jadul Nora Alexandra Istri Jerinx, Siap-Siap Kaget!

Pada 19 Oktober 1966, dalam kapasitasnya sebagai BPP Proyek Ancol, PT Pembangunan Jaya berperan dalam mempersiapkan seluruh tahapan perencanaan proyek mulai dari penyiapan konsep pengembangan, strategi, master plan hingga kegiatan pembangunan lainnya, termasuk strategi pemasaran.

Seiring berjalannya waktu, BPP Proyek Ancol mulai melakukan pembenahan secara internal menyusul perubahan status badan hukumnya menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol (“Ancol”) melalui Akta Perubahan No. 33 tanggal 10 Juli 1992.

Menyusul pembenahan tersebut, sebanyak 80% kepemilikan saham Jaya Ancol dikuasai oleh Pemda DKI Jakarta dan sebesar 20% sisanya dimiliki oleh PT Pembangunan Jaya.

Kini, kawasan Ancol terus dikembangkan demi terciptanya pariwisata yang indah dan menyenangkan. Saat ini, selain terdapat pantai, kawasan Ancol juga menyuguhkan kolam raksasa atau yang dikenal dengan Seaworld, taman bermain atau yang dikenal dengan Dunia Fantasi (Dufan), wahana air atau Atlantis, dan masih banyak lagi.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini