Pernah Jadi Pasien Covid-19, Dokter Windy: Semua Aroma Hilang

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 481 2266582 pernah-jadi-pasien-covid-19-dokter-windy-semua-aroma-hilang-ouIOBtjfqR.jpg dr Twindy Rarasati. (foto: Instagram/@twindyrarasati)

INGAT enggak dengan dokter cantik Twindy Rarasati yang mengidap Covid-19 beberapa bulan lalu. Dalam satu kesempatan, Dokter Twindy pun berbagi pengalamannya saat terdiagnosa Covid-19 hingga sembuh.

Meskipun menjadi salah satu tenaga medis yang terkena Covid-19, Dokter Twindy nampaknya tetap bersyukur. Bahkan sakitnya itu jadi pengalaman berharga buatnya.

Diakui Dokter Twindy, ia dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 melalui polymerase chain reaction (PCR) Swab Test, beberapa bulan lalu. Meski sata itu dirinya tidak mengalami gejala Covid-19 seperti penyakit infeksi lainnya.

Baca Juga: Liburan ke Labuan Bajo, Asyiknya Salmafina Sunan Berjemur Pakai Bikini

Ya, Dokter Twindy tidak merasakan demam seperti kebanyakan orang yang terpapar Covid-19. Hanya saja pada saat itu, awalnya ia hanya merasa gejala sesak napas.

 twindy

"Kalau saya rasakan ada sesak napas, tapi bukan tipe sesak napas yang parah, jadi rasanya seperti tidak biasa aja napasnya. Nah, yang saya rasakan mungkin berbeda dengan orang lain," ungkapnya saat Webinar Intiland Hidup Sehat: Jantung Sehat & Covid-19: the Dos and Don'ts, baru-baru ini.

Bukan saja sesak napas, rupanya Dokter Twindy juga merasa kehilangan indera penciuman dan pengecapan. Diapun merasa aneh, karena kondisi tubuhnya tak biasa dari hari-hari sebelumnya.

"Jadi semua makanan, semua aroma itu tidak ada. Tidak ada sama sekali yang bisa saya rasakan, bau busuk, bau kopi itu tidak tidak ada sama sekali. Juga untuk rasa mi instan tidak ada," tambah dia.

Dari situ, Dokter Twindy menjalani rapid test. Namun yang membuatnya bingung adalah ketika hasil rapid test keluar, hasilnya non-reaktif.

Dalam 7 hari ia pun mengulangi test Covid-19 agar meyakinkan. Karena pada saat itu, ia semakin merasa ada yang tidak beres di tubuhnya dan ada gejala mirip Covid-19.

Dokter Twindy memutuskan untuk melakukan PCR Swab Test. Selang beberapa hari, hasilnya dinyatakan positif.

"Buat saya PCR Swab Test ini jadi gold standard untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak," kata dia.

Dokter Twindy pun menjalani perawatan di rumah sakit selama dua minggu. Selang dua minggu, Dokter Twindy akhirnya menerima hasil PCR Swab Test negatif sebanyak dua kali.

Ia pun diperbolehkan kembali ke rumah dengan tetap menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Isolasi mandiri selama dua pekan tentu penting dilakukan guna mencegah infeksi Covid-19 untuk kedua kalinya.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga baginya. Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, menurut Twindy, mutlak bagi masyarakat untuk semakin menjaga kesehatan dengan menyantap makanan dan minuman bergizi, rajin berolahraga dan tetap aktif, serta menerapkan protokol pencegahan Covid-19 di manapun berada.

“Kasus ini mungkin tidak hanya terjadi pada saya, tetapi juga pada orang lain yang merasa dirinya sehat dan belum melakukan isolasi mandiri dari awal gejala. Bisa jadi, seseorang sudah terinfeksi, tetapi belum muncul antibodi untuk melawan virus SARS-CoV-2,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini