Unik, Piramida Ini Bisa Ubah Suara Tepuk Tangan Jadi Kicauan Burung

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 22:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 612 2266784 unik-piramida-ini-bisa-ubah-suara-tepuk-tangan-jadi-kicauan-burung-EgTOqlxUSp.jpg Kuil Kukulkan. (Foto: Pixabay)

SITUS arkeologi pra-Kolombia yang dibangun oleh suku Mata di utara Yucatan, Meksiko, Chichen Itza telah membingungkan ahli akustik selama beberapa dekade. Pasalnya kuil yang berbentuk Piramida ini memiliki suatu keanehan dengan kemampuannya mengubah suara.

Seperti diketahui, Kuil Kukulkan adalah salah satu bangunan yang paling mencolok secara visual di Chichen Itza. Namun, karakteristik yang paling menarik dari bangunan ini adalah akustik, bukan dari segi visualnya.

Sebagaimana dilansir Oddity Central, jika seseorang bertepuk tangan di dasar piramida Maya ini, maka akan menyebabkan gema yang sangat mirip dengan kicauan burung.

Jika hal ini dilakukan berulang kali, atau dalam kelompok, maka gema akan terdengar seperti paduan suara kicauan hantu yang menuruni tangga bangunan yang mengesankan. Itu salah satu trik yang digunakan pemandu wisata untuk mengesankan pengunjung, dan bukanlah tipuan.

Piramida unik

Pakar akustik telah terpesona oleh Chichen Itza Chirp, sejak didokumentasikan oleh seorang insinyur akustik di akhir 90-an. Tapi sejauh ini, tidak ada yang dapat menunjukkan apakah arsitek piramida merancangnya dengan mengingat gema tertentu, atau membuatnya dengan tidak disengaja.

Chichen Itza Chirp menjadi topik hangat diskusi di kalangan ahli akustik pada 1998, setelah didokumentasikan oleh insinyur akustik asal California, David Lubman. Dia menggambarkan gema tepukan di dasar Piramida Kukulkan sebagai panggilan khas burung.

Cerita yang diberikan David Lubman lantas menginspirasi pakar akustik lainnya untuk mengunjungi situs Maya dan merasakan sendiri suara itu. Beberapa dari mereka bahkan mulai mempelajarinya.

Seorang Ahli Akustik di Universitas Ghent, Belgia, Nico Declercq adalah salah satu dari banyak ilmuwan yang pergi ke Chichen Itza untuk mempelajari gema misterius tersebut. Ia pun mempelajari arsitektur Piramida Kukulkan dan melakukan berbagai perhitungan serta eksperimen.

Declercq dan rekan-rekannya menyimpulkan bahwa para arsitek pasti telah mengetahui tentang gema yang dihasilkan oleh ruang berlubang di bagian atas. Tetapi mereka tidak dapat menunjukkan bahwa mereka tahu itu terdengar seperti seekor burung.

Hal yang menarik tentang gema khusus ini adalah gema itu terkait dengan suara yang mengikutinya. Anda hanya mendapatkan suara kicauan jika bertepuk tangan di dasar kuil. Jika Anda menabuh drum atau teriakan, maka akan mendapatkan suara yang berbeda sama sekali.

Oleh sebab itu hampir tidak mungkin untuk mengetahui apakah masyarakat Maya tahu tentang gema yang dihasilkan oleh tepuk tangan. Atau justru mereka mengubah desain setelah pembuatannya untuk mendapatkan suara yang spesifik ini.

Satu hal yang pasti, ada indikasi bahwa Chichen Itza Chirp bukanlah kebetulan. Ahli akustik dan burung setuju bahwa suara kicau burung yang ada di tempat ini sangat mirip dengan quetzal. Quetzal adalah burung agung yang disembah oleh suku Maya sebagai dewa langit.

Selain itu, Kuil Kukulkan terkenal karena dibangun dengan sangat tepat sehingga pada titik balik matahari. Alhasil matahari yang menyinari satu sisi akan menghasilkan bayangan bergelombang menuruni tangga yang sangat mirip dengan ular.

Kukulkan, memiliki arti Ular Berbulu yakni dewa ular. Jika mereka bisa menghitung soal kuil ular ini, bukan tidak mungkin mereka juga mampu merencanakan gema kicauan burung. Namun niat utama dari pembangun kuil ini masih diperdebatkan.

Selama analisisnya, Declercq juga memperhatikan bahwa gema langkah orang saat mereka menaiki tangga Piramida Kukulkan terdengar sangat mirip dengan hujan yang jatuh ke seember air. Dewa hujan memainkan peran penting dalam budaya Maya, oleh sebab itu hal ini juga bukan merupakan suatu kebetulan.

Studi Nico Declercq menemukan bahwa ketinggian dan jarak anak tangga piramida menciptakan filter akustik yang menekankan beberapa frekuensi suara. Gema juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti campuran frekuensi suara asli.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini