Waspada, 5 Kondisi Ini Dapat Sebabkan Kemandulan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2020 20:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 481 2268020 waspada-5-kondisi-ini-dapat-sebabkan-kemandulan-xvDkyiZPbm.jpg Sedih karena sulit punya anak (Foto: Freepik)

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, sebanyak 6,7 persen wanita yang menikah pada usia 15 sampai 44 tahun di Amerika Serikat (AS) mengalami ketidasuburan atau biasa dikenal dengan kemandulan. Mereka mengalami kesulitan hamil setelah mencoba selama satu tahun pernikahan.

Alhasil banyak pasangan yang mencoba mendapatkan keturunan merasa stres dan kesal karena sulit mewujudkannya. Tentunya kondisi ini disebabkan oleh beberapa penyebab. Merangkum dari Healthy Woman, Rabu (25/8/2020), yuk kenali penyebabnya susahnya kehamilan.

 banyak pasangan mengharapkan keturunan

1. Masalah ovulasi

Masalah ovulasi dapat disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik, atau PCOS. Ini adalah ketidakseimbangan hormon yang dapat mengganggu ovulasi normal. Insufisiensi ovarium primer juga dapat menyebabkan masalah ovulasi.

POI adalah suatu kondisi saat ovarium seorang wanita berhenti bekerja dengan baik sebelum usia 40 tahun. Kondisi ini memengaruhi pelepasan sel telur dan kemungkinan kehamilan.

2. Usia yang lebih tua

Tindakan menunda kehamilan berkontribusi pada infertilitas. Namun menurut Kantor Kesehatan Wanita, banyak wanita menunggu hingga usia 30-an dan 40-an untuk memiliki anak.

Sekira sepertiga pasangan dengan wanita berusia di atas 30 tahun memiliki masalah kesuburan. Waktu dan faktor biologis akan sangat baik selama usia 20-an. Pada tahap ini, tubuh seorang wanita sudah siap untuk hamil.

 Baca juga: Viral, Perempuan Ini Ubah Kucingnya Jadi Pikachu

3. Endometriosis

Endometriosis adalah jaringan yang melapisi rahim dan mulai tumbuh di tempat lain seperti di belakang rahim, di saluran tuba, di perut, di panggul atau di ovarium. Penyakit ini menyebabkan iritasi dan perkembangan jaringan parut.

Beberapa wanita yang mengidap endometriosis tidak memiliki gejala. Namun sebagian wanita lainnya mengalami nyeri saat berhubungan seksual atau menstruasi, pendarahan hebat atau bercak yang tidak biasa, dan nyeri panggul umum.

4. Berat badan tidak ideal

Gaya hidup yang tidak aktif dan kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko infertilitas dan meningkatkan risiko keguguran. Selain itu kelainan makan seperti anoreksia atau bulimia serta mengikuti diet yang sangat rendah kalori atau ketat, juga berisiko mengalami masalah pada kesuburan.

5. Lendir serviks abnormal

Lendir serviks adalah cairan yang disekresikan oleh serviks saat estrogen merangsang produksi. Kondisi ini memungkinkan sperma bertahan hidup di lingkungan vagina yang asam dan tidak bersahabat. Lendir serviks yang tidak normal dapat menghalangi sperma mencapai sel telur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini