Punya Penyakit Kulit Langka, Gadis Ini Malah Jadikan Karya Seni

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2020 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 611 2267879 punya-penyakit-kulit-langka-gadis-ini-malah-jadikan-karya-seni-kMTzS1Vbul.jpg Dermatographia. (Foto: Instagram/@dermatographia_)

SEORANG gadis berusia 18 tahun bernama Emma Aldenryd yang menderita penyakit kulit dermatographia, menggunakan tubuhnya sendiri sebagai kanvas untuk membuat gambar-gambar lucu. Akibat penyakit ini, kulit remaja tersebut akan membengkak menyerupai bentol.

Emma menciptakan karya seni pada tubuhnya dengan bantuan pensil yang ia letakkan di atas kulit. Cara tersebut menimbulkan garis-garis seperti jiplakan yang membengkak dan memerah. Kondisi itu akan bertahan dan memudar setelah 30 menit.

Remaja asal Denmark itu mengetahui bahwa dirinya mengalami dermatographia tiga tahun lalu, setelah seorang temannya memperhatikan bahwa tangannya berubah menjadi merah dan bengkak. Melihat kondisinya tersebut, ia justru memutuskan untuk memanfaatkannya sebagai media artistik.

“Saya mulai dengan menggambar hal-hal yang cukup acak seperti sekumpulan data yang terlintas di benak saya. Orang-orang yang saya tunjukkan sangat terkesan, terutama setelah mereka mencoba melakukan hal yang sama pada kulit mereka sendiri tetapi tidak dapat melakukannya,” terang Emma, melansir dari Oddity Central.

View this post on Instagram

#dermatographia #skinwriting #hi

A post shared by Dermatographia (@dermatographia_) on

Emma mengaku banyak orang yang bertanya apakah ia merasa sakit. Namun, ia menjelaskan bahwa dermatographia yang diidapnya tidak pernah sakit. Ia juga mengaku pernah mendapat reaksi liar dan orang lain menganggap dirinya sedang sekarat.

Dia mengatakan selain gatal-gatal pada kulit, kondisi kulit langka tersebut juga tidak berdampak negatif pada kehidupannya. Dokter teras meresepkan antihistamin untuk mengurangi rasa gatal, dan juga memperbaiki gejala lainnya. Oleh sebab itu Emma memutuskan untuk berhenti meminumnya supaya dapat terus membuat karya seni pada tubuhnya.

Saat ini Emma menggunakan pensil untuk menggambar berbagai simbol di tubuhnya dan membagikan hasil gambar dermatographia tersebut di Instagram. Dermatographia ditandai dengan reaksi alergi di mana tubuh melepaskan histamin dalam jumlah berlebihan dan menyebabkan kapiler di kulit membesar dan memunculkan bekas.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini