Stunting Dapat Dicegah dengan Pemberian Nutrisi yang Tepat kepada Anak

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 481 2268468 stunting-dapat-dicegah-dengan-pemberian-nutrisi-yang-tepat-kepada-anak-5h8CUA3gSO.jpg Mencegah anak stunting (Foto: Pinterest)

Stunting adalah salah satu bentuk malnutrisi yang merupakan masalah sosial dan ekonomi yang masih terjadi di Indonesia. Di mana angka stunting adalah 27,67 persen atau 1 dari sekitar 4 anak di bawah usia 5 tahun yang tidak tumbuh ideal.

Oleh karena itu, penting bagi orangtua mengetahui tanda-tanda kekurangan gizi dan menjaga pertumbuhan anak tetap pada jalurnya. Tentunya hal tersebut tak lepas dari pemenuhan gizi seimbang serta pemantauan perilaku si anak.

 nutrisi yang sehat

Dokter Spesialis Anak, Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Conny Tanjung, Sp. A (K) mengatakan, tanpa nutrisi yang tepat dan adekuat, pertumbuhan yang kurang baik atau bahkan terhambat dapat terjadi yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit dan masalah perkembangan kognitif yang memiliki konsekuensi serius di kemudian hari bagi anak-anak.

"Stunting dapat dicegah dengan pemberian nutrisi yang tepat dan pemantauan pertumbuhan yang ketat sehingga anak dapat mencapai pertumbuhan yang optimal," jelas Dokter Conny dalam webinar pada Kamis (27/8/2020).

Ia melanjutkan, pertumbuhan linear yang terjadi pada lempeng pertumbuhan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Bisa dari gen, hormon, atau nutrisi.

"Maka dari itu, penting bagi orangtua dalam mempersiapkan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan optimal otak dan tulang demi masa depan anak. Orangtua dapat memantau pertumbuhan anaknya dan memastikan bahwa nutrisi yang tepat dan adekuat didapatkan sejak dini untuk memaksimalkan potensi yang ada di masa depan," tuturnya.

Disisi lain, kunci untuk mengetahui adanya gejala malnutrisi secara dini adalah melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan anak secara teratur.

 Baca juga: 5 Pesona Menantu Keluarga Bakrie Vannya Istarinda, Cantikan Mana Sama Nia Ramadhani?

Sebuah survei baru-baru ini dilakukan kepada 1.221 orangtua di Indonesia dan mengungkapkan bahwa 56% responden tidak mengukur dan memantau tinggi badan anak mereka secara teratur.

"Sepertiga orangtua tidak mengukur tinggi anak secara teratur karena faktor ketidaktersediaan instrumen pengukuran yang sesuai," pungkasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini