Wah, Ternyata Tubuh Manusia Punya 100 Triliun Bakteri Lho!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 18:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 481 2268563 wah-ternyata-tubuh-manusia-punya-100-triliun-bakteri-lho-wbEwB8Ciiz.jpg Tubuh yang sehat (Foto: The Ladders)

Kehidupan manusia sangat bergantung pada mikroorganisme yang terdapat dalam tubuh. Manusia memiliki 10 triliun sel dalam tubuh dan terdapat sekiranya 100 triliunan bakteri di dalamnya. Kumpulan bakteri ini disebut dengan mikrobiota yang terdiri dari dua jenis yakni bakteri baik dan bakteri jahat.

Dokter Anak Konsultan Gastroenterologi, Prof. Dr. Moh Juffrie, SpA(K), PhD mengatakan, komposisi bakteri yang ada dalam tubuh ini berperan terhadap kondisi kesehatan manusia. Semuanya tergantung dari jumlah bakteri baik dan jahat yang terkandung di dalamnya.

 tubuh yang sehat

“Kita sehat tergantung dari mikrobiotanya, banyak yang baik atau jahat? Kalau banyak yang baik maka akan sehat, tapi kalau banyak yang jahat maka seseorang akan sakit. Tubuh memiliki yang namanya sel mukosa, di mana mikrobiota tersebut menancap di dalamnya,” terang Prof Juffrie dalam seminar digital ‘Optimalkan Imunitas Anak Kelahiran Caesar dengan Mikrobiota Sehat’, Kamis (27/8/2020).

Lebih lanjut Prof. Juffrie mengatakan, setiap organ tubuh manusia memiliki jumlah bakteri yang berbeda pula. Salah satu bagian tubuh yang memiliki kandungan bakteri yang paling rendah adalah lambung.

Baca juga: 5 Pesona Menantu Keluarga Bakrie Vannya Istarinda, Cantikan Mana Sama Nia Ramadhani?

Pasalnya lambung memiliki sifat asam yang membuat bakteri tidak dapat bertahan hidup dengan baik.

“Karena asam maka bakteri atau mikrobiotanya sedikit. Di usus halus bakterinya lebih banyak dan di usus besar makin banyak lagi. Ini yang disebut dengan susunan bakteri,” sambungnya.

Ia pun mengatakan bahwa susunan bakteri yang ada dalam tubuh manusia berbeda antara yang satu dengan lainnya. Semua tergantung pada asupan makanan dan kondisi fisik dan postur tubuh yang dimiliki orang itu sendiri.

“Bakteri pada orang gemuk dan kurus berbeda. Pada orang yang gemuk bakterinya banyak yang jahat. Tapi pada yang kurus atau langsing, maka bakterinya banyak yang baik. Jadi tidak bisa dipukul rata. Semuanya tergantung kondisi masing-masing individu,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini