Share

Anak Terindikasi Alami Gangguan Bicara, Segera Bawa ke Dokter

Jum'at 28 Agustus 2020 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 481 2268754 anak-terindikasi-alami-gangguan-bicara-segera-bawa-ke-dokter-UXKl1HAxV9.jpg Ibu dan bayi ngobrol (Foto: What to Expect)

Anak belum pandai bicara kadang dianggap sebagai hal yang wajar. Padahal bisa jadi si anak mengalami masalah tertentu.

Nah, kalau sudah begini, orangtua perlu mewaspadai perkembangan si anak. Misanya saja Sofia sudah berusia 2,5 tahun tapi tidak lancar berbicara.

Dia hanya mampu mengucapkan kata-kata, itu pun tidak utuh. “Misalnya mobil dia bilang bing, enggak mau jadi au, namanya sendiri dia sebut Piya,” ujar Widya ibunya.

Widya tak membawa Sofia ke dokter. Sebab menurutnya hal itu masih wajar.

 anak

Dr Amien Suharti SpKFR, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RSUI yang juga Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan, orangtua perlu mengenali red flag (indikator tanda bahaya) saat anak berusia 12-24 bulan sebagai salah satu bentuk pencegahan keterlambatan bicara anak.

“Orangtua sebaiknya tidak menunggu hingga anak berusia 2 tahun jika mengalami gangguan bicara. Semakin cepat mendeteksi, semakin baik. Peran orangtua di rumah sangatlah besar bagi kemampuan bahasa anak,” ungkap dr Amien dalam seminar awam yang diadakan RSUI belum lama ini.

Menurutnya, anak mulai bicara mengikuti kata terakhir yang diucapkan orangtua pada usia yang berbeda-beda sesuai kemampuan motoriknya. Dr Amien menekankan, sebaiknya orangtua segera membawa anak berkonsultasi ke dokter apabila sampai usia 12 bulan belum ada satu pun kata yang berhasil dia ucapkan.

Seperti dilansir dari Sindonews, perlu diwaspadai apabila sampai umur 1 tahun si anak belum memperlihatkan gestur melambaikan tangan atau menunjuk, orangtua harus segera mengambil tindakan membawanya ke dokter.

Bisa juga manakala usianya sudah 18 bulan tapi gesturnya lebih aktif, dr Amien juga menyarankan untuk diperiksakan agar anak mendapat terapi wicara.

Indikator lainnya adalah usia 2 tahun tapi belum bisa menyebut namanya sendiri, bahkan belum bisa mengikuti instruksi sederhana dari orangtuanya. Sebaiknya orang tua aktif mengajak anak bicara, ini juga sebagai terapi mandiri.

Misalnya, mengajak anak bernyanyi di samping bicara sehingga anak terstimulasi untuk ikut bicara.

 Baca juga: Kisah Survivor Kanker Serviks Parah Akhirnya Sembuh Total, Kuncinya Bahagia

Untuk anak yang sudah terapi wicara, dr Amien menganjurkan keluarga di rumah ikut andil agar hasilnya lebih maksimal. Sebab, pada dasarnya terapis hanyalah bersifat membantu, orang tualah yang menjadi kunci kesuksesan anak berhasil bicara.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini