Traveling ke Lampung, Menikmati Minangrua Cliff Jump hingga Menjajal Perosotan Alam Way Guyuran

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 612 2269045 traveling-ke-lampung-menikmati-minangrua-cliff-jump-hingga-menjajal-perosotan-alam-way-guyuran-KYuWJygs9I.jpg Pantai Minangrua (Foto: Inst Lampungholiday)

Wisata new normal sudah kembali menggeliat. Banyak orang yang sudah mulai berwisata kembali. Termasuk Tim Travel Addict yang merupakan tim liputan khusus perjalanan wisata dari GTV.

Menempuh perjalanan dari Jakarta, tim Travel Addict akhirnya sampai di Pelabuhan Merak. Beruntung suasana pelabuhan saat itu tak terlalu padat, sehingga tim tidak terjebak dalam antrian panjang yang kerap terjadi, khususnya di akhir pekan.

Dengan menumpang kapal Feri bertarif Rp420.000 per mobil, tim Travel Addict menyeberangi Selat Sunda dan tiba di Pelabuhan Bakauheni sekitar 1,5-2 jam.

Sesampainya di Pelabuhan Bakauheni Lampung, tim Travel Addict menyempatkan diri mengunjungi salah satu ikon Provinsi Lampung yakni Menara Siger, yang letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Bakauheni.

Menara 6 lantai yang dibangun pada tahun 2008 ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi provinsi paling timur Pulau Sumatera ini. Para pengunjung dapat menikmati keindahan Menara Siger dengan membayar tiket masuk Rp5.000 per orang.

Pengunjung disuguhi pemandangan nan menawan di Menara Siger sehingga cocok untuk berselfie ria dan foto-foto bersama.

 Minangrua

Puas menikmati ikon Lampung, tim Travel Addict kemudian bergerak menuju Pantai Minangrua yang berjarak sekitar 7,5 Km atau 15 menit perjalanan. Pantai Minangrua terkenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit yang ada di Lampung, karena selain memiliki pantai yang indah kawasan ini juga menyajikan dua spot alam yaitu tebing Minangrua Cliff Jump dan Green Canyon, gugusan tebing yang memiliki spot mirip kolam renang yang bisa dinikmati para wisatawan.

Dengan tarif terjangkau yaitu penumpang motor dipatok seharga Rp10.000 dan mobil Rp 20.000, pengunjung sudah bisa menikmati lokasi wisata yang ada.

Salah satu atraksi wisata yang menarik di sana adalah Minangrua Cliff Jump. Di sini host Travel Addict, Albern dan Oki, memacu adrenalin dengan melakukan cliff jump atau lompat dari tebing dengan ketinggian sekitar 15 meter.

Perpaduan tebing, pepohonan dan laut, menghadirkan pemandangan alam yang luar biasa di kawasan ini. Dengan cara yang berbeda, Travel Addict mencoba memacu adrenalin di antara indahnya bentang alam yang ada.

Memang tidak semua orang bisa atau diperbolehkan melakukan tantangan cliff jump. Selain trek yang ekstrim, perlu bimbingan dan pendampingan para profesional agar bisa melakukan cliff jump di Minangrua.

Usai memacu adrenalin, tim kemudian bergerak dengan berjalan kaki ke arah hutan yang ada di belakang pantai Minangrua. Dengan berjalan selama 5-10 menit tim kemudian tiba di Air Terjun Jamara.

Lokasi ini belum banyak diketahui orang, sehingga saat tim tiba di lokasi tidak ada wisatawan yang terlihat ke lokasi ini. Di air terjun ini, Albern dan Oki selain bisa berenang, mereka juga mencoba berbagai gaya terjun ke air dari tebing yang ada.

 Baca juga: Kisah Survivor Kanker Serviks Parah Akhirnya Sembuh Total, Kuncinya Bahagia

Uniknya, karena terletak tidak jauh dari pantai, maka masih banyak ditemukan pasir pantai di sekitar lokasi air terjun.

Puas mengeksplor Air Terjun Jamara, Albern dan Oki kembali menuju pantai dan menutup hari dengan menikmati sunset dan segelas kopi Lampung di tepian.

Setelah menginap semalam di Bandar Lampung, tim kembali melanjutkan petualangan dengan menjajal perosotan alam Way Guyuran. Lokasi yang terletak di kawasan Kalianda, Lampung Selatan ini, bisa ditempuh sekitar 1 jam perjalanan dari Bandar Lampung.

Way Guyuran adalah perosotan alami yang berada di Gunung Rajabasa. Untuk bisa sampai ke lokasi, kita memasuki kawasan Desa Jondong, desa yang dikenal dengan perkebunan duren, kopi, pisang dan cengkeh.

 way guyuran

Agar bisa ke lokasi Way Guyuran, kita bisa menggunakan kendaraan motor dan berkendara sekitar 10 menit. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki selama sekitar 5 menit, maka kita sudah bisa sampai ke perosotan alam ini.

Sepintas, perosotan Way Guyuran mirip seperti Parit Abangan yang ada di Lombok Nusa Tenggara Barat. Namun jalur air di perosotan ini terbentuk secara alami, berbeda dengan Parit Abangan yang buatan.

Di sini Albern dan Oki meluncur dari ketinggian sekitar 10-15 meter dan lintasan perosotan sepanjang 25-30 meter.

Lokasi ini memang kerap didatangi anak-anak warga sekitar maupun wisatawan yang sengaja mampir untuk menuntaskan rasa penasarannya terhadap perosotan alam ini secara gratis (hanya dikenai biaya parker kendaraan).

Suasananya yang teduh karena tertutup pepohonan, membuat wisatawan merasa nyaman di lokasi ini. Puas menjajal Way Guyuran, tim Travel Addict kemudian kembali ke Bandar Lampung untuk beristirahat dan menikmati suasana malam kota. Buat kamu yang ingin mencobanya, boleh lho untuk merehatkan pikiranmu dari tumpukan pekerjaan sehari-hari ya guys!

Jangan lupa, saksikan petualangan terbaru Travel Addict dengan durasi yang lebih panjang, hari Minggu 30 Agustus 2020 pukul 08.00-09.00 WIB, hanya di GTV, pilihan terbaik keluarga Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini