Kuningan Bangkitkan Pariwisata di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 20:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 612 2269190 kuningan-bangkitkan-pariwisata-di-masa-adaptasi-kebiasaan-baru-GFLdYOJKHR.jpg Bupati Kuningan Acep Purnomo. (Foto: Okezone/Hantoro)

DALAM situasi pandemi virus corona (covid-19) ini sejumlah lini kehidupan mulai menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB). Salah satunya adalah sektor pariwisata. Sejumlah daerah bahkan mulai membangkitkan lagi destinasi-destinasi wisata yang dimilikinya setelah sempat ditutup sementara beberapa waktu lalu.

Hal inilah yang turut dilakukan Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Pemerintah setempat kembali menggalakkan lagi seluruh tempat wisata yang ada untuk membangkitkan lagi tingkat ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk akibat pandemi ini di masa adaptasi kebiasaan baru.

Bupati Kuningan Acep Purnama mengatakan, seluruh destinasi wisata di Kabupaten Kuningan telah menerapkan protokol kesehatan dengan tegas serta disiplin dalam penerapan adaptasi kebiasaan baru. Sosialisasi seperti wajib menggunakan masker, jaga jarak sosial, hingga gaya hidup bersih terus digaungkan.

Baca Juga: Liburan ke Labuan Bajo, Asyiknya Salmafina Sunan Berjemur Pakai Bikini

kuningan

"Bahkan guna menyosialisasikan pentingnya memakai masker, kami membagikan masker kepada masyarakat yang tidak pakai masker. Akan tetapi per tanggal 28 (Agustus) besok kami akan mulai berlakukan tindakan yang tegas dengan tidak mengizinkan masyarakat tanpa masker untuk masuk ke kawasan wisata dan ekonomi di Kuningan," jelas Acep, Kamis 27 Agustus 2020.

Ia mengatakan, Kuningan yang memiliki 174 objek wisata ini mempunyai potensi lebih lagi dikembangkan dari sektor pariwisata sekaligus ekonominya. Misalnya dari objek wisata alam Gunung Ciremai yang pemandangannya sangat indah dan udaranya sejuk.

"Saya yakin bahwa Kuningan punya potensi untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonominya. Sebagai contoh di kawasan Gunung Ciremai yang punya peluang untuk menjadi kawasan wisata potensial dan dengan bantuan investasi dari pihak swasta maka kami akan dapat mewujudkan kawasan Gunung Ciremai yang lebih ramah wisatawan ke depannya," ujar Acep.

Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjut dia, terus melakukan berbagai strategi demi mempersiapkan sektor pariwisata pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di tengah pandemi virus corona (Covid-19) ini.

"Kami bersinergi dengan beberapa kabupaten/kota yang saling berbatasan langsung. Kami menamakan program ini 'Kunci Bersama' yang merupakan inisial dari sembilan nama kabupaten/kota yang bersepakat saling bersinergi yaitu Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Brebes, Kabupaten Banjar, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Pangandaran," paparnya.

Hal ini disampaikan Acep saat menerima kunjungan 40 anggota Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) di rumah dinasnya.

Dalam kesempatan ini Ketua Forwaparekraf Joni Johan Sompotan mengungkapkan pihaknya memilih Provinsi Jawa Barat dan khususnya Kabupaten Kuningan untuk dikunjungi karena dinilai memiliki potensi tinggi dari sektor pariwisata. Ditambah, lokasinya juga dekat dari DKI Jakarta ataupun Jawa Tengah.

"Alasan kenapa Forwaparekraf memilih Jawa Barat sebagai destinasi pertama dalam rangkaian 'Press Tour and Seminar Series: Bandung, Kuningan, dan Cirebon' karena jaraknya yang sangat dekat dari ibu kota Jakarta. Sementara Kuningan dipilih karena merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat dengan destinasi wisata alam yang potensial," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini