New Normal, Serunya Berwisata ke Keraton Kasepuhan Cirebon

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 612 2269195 new-normal-serunya-berwisata-ke-keraton-kasepuhan-cirebon-qRPLSZjR8V.jpg Keraton Kasepuhan Cirebon. (Foto: Okezone/Hantoro)

CIREBON dikenal sebagai salah satu kota di Provinsi Jawa Barat yang masih sangat kental dengan unsur sejarah dan budaya. Terlebih adanya Keraton Kasepuhan Cirebon yang masih memegang erat kebudayaannya secara turun temurun sampai sekarang.

Terdapat empat struktur utama yang menyangga berdiri kokohnya Keraton Kasepuhan Cirebon. Masing-masing adalah (1) masjid sebagai pusat dakwah dan pendidikan masyarakat, (2) pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat, (3) alun-alun sebagai pusat aktivitas seni dan budaya masyarakat, serta (4) keraton sebagai pusat pemerintahan.

Baca Juga: Intip Gaya Pamela Bowie Berbikini, Kece Berjemur di Pantai!

keraton

"Dengan sentralnya peran Keraton Kasepuhan Cirebon di tengah masyarakat tentu sangat pantas bila Keraton yang arsitektur gedung-gedungnya terpengaruh sentuhan khas Jawa Kuno dan Eropa ini dianggap sebagai simbol kebangkitan pariwisata Kota Cirebon," kata Kepala Bagian Pemandu Keraton Kasepuhan Cirebon Raden Muhammad Hafid Permadi kepada anggota Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) dalam kegiatan Press Tour and Seminar Series Cirebon, Kuningan, Bandung, Kamis 27 Agustus 2020.

Ia melanjutkan, untuk tetap menjaga arsitektur dan kondisi bangunan, selain dilakukan perawatan secara rutin, pihak Keraton juga menggandeng berbagai pihak lain untuk dapat berkolaborasi melestarikan peninggalan sejarah dan budaya.

"Saat ini ada beragam corporate social responsibility (CSR) dari pihak swasta dan BUMN guna membantu melestarikan bangunan Keraton serta mendukung fasilitas protokol kesehatan, seperti penyediaan wastafel portabel di berbagai titik," terangnya.

Sementara Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan Kota Cirebon Wandi Sofyan menegaskan bahwa pemerintah sangat memerhatikan protokol kesehatan di berbagai destinasi wisata khususnya di Keraton Kasepuhan Cirebon.

"Kami terapkan protokol kesehatan di setiap destinasi wisata Kota Cirebon. Ada program '3M' yang terdiri dari memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Seluruh langkah protokol ini dilakukan karena potensi wisatawan berasal dari kawasan zona merah," ungkapnya.

Lalu dalam rangka mendukung digitalisasi pariwisata di Kota Cirebon, tambah Wandi, diluncurkan sebuah aplikasi yang dapat memudahkan wisatawan memperbarui informasi pariwisata Kota Cirebon yang bernama Cirebon Wistakon dan dapat di-install melalui berbagai platform aplikasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini