Lady Gaga Pakai Face Shield, Ampuhkah Lindungi Diri dari Covid-19?

Sindonews, Jurnalis · Senin 31 Agustus 2020 20:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 481 2270463 lady-gaga-pakai-face-shield-ampuhkah-lindungi-diri-dari-covid-19-Y5M7Bbv4Qt.jpg Lady Gaga pakai face shield di MTV VMA 2020 (Foto : Instagram/@ladygaga)

Penampilan Lady Gaga di MTV Video Music Awards (VMA) 2020 mencuri perhatian. Sang diva mengenakan face shield ketika mengguncang panggung MTV VMA 2020.

Penampilan Lady Gaga tersebut kemudian memunculkan pertanyaan, apakah face shield cukup ampuh melindungi diri dari Covid-19?

Dikutip dari Sindonews.com, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal medis Jama Network menyoroti keampuhan face shield dalam mengurangi persentase penularan virus corona di tengah-tengah petugas kesehatan di India.

Lady Gaga

Dilansir Times of India, studi tersebut dilakukan pada 62 petugas kesehatan di Chennai, India, yang sedang mengkonseling anggota keluarga pasien virus corona yang asimtomatik. Pekerjaan mereka terutama memberi informasi dan mendidik kontak keluarga dari individu yang positif Covid-19 tentang sanitasi tangan, tindakan kebersihan pernapasan, jarak sosial, dan penggunaan masker wajah dan face shield yang benar.

Semua petugas kesehatan dinyatakan negatif Covid-19 sebelum pelatihan dimulai dan mereka diminta untuk tinggal di hotel terpisah. Mereka tidak mengunjungi keluarga mereka selama pelatihan dan mereka juga tidak pergi ke tempat umum kecuali untuk bekerja. Petugas kesehatan diberi obat antiseptik alkohol, masker bedah 3 lapis, sarung tangan, dan penutup sepatu sebagai alat pelindung diri untuk menasihati anggota keluarga pasien Covid-19.

Sejumlah 62 pekerja telah mengunjungi 5.880 rumah antara 4 Mei dan 13 Mei, di mana 222 orang dinyatakan positif SARS-CoV-2. Sebelum menambahkan face shield di alat pelindung diri mereka, 12 pekerja dinyatakan positif virus corona baru antara 3 Mei dan 15 Mei. Setelah itu, 50 pekerja lainnya diberi face shield yang terbuat dari polietena tereftalat (ketebalan 250 μm) untuk kunjungan rumah mereka. Petugas kesehatan memulai konseling lagi pada 20 Mei dan mengunjungi 18.000 rumah antara 20 Mei dan 30 Juni.

Menariknya, tidak ada petugas kesehatan yang dites positif kali ini, meskipun mengunjungi 2.682 warga yang terinfeksi. Perlu dicatat bahwa face shield bukan pengganti masker wajah, melainkan harus dipakai bersama untuk perlindungan tambahan.

"Face shield mungkin telah mengurangi paparan okular atau kontaminasi pada masker atau tangan atau mungkin telah mengalihkan pergerakan udara di sekitar wajah," kata para peneliti.

Face shield

Faktanya, sebuah studi yang dilakukan untuk menguji khasiat face shield terhadap tetesan Aerosol batuk dari simulator batuk juga menemukan bahwa pelindung wajah mengurangi paparan penghirupan sebesar 96% dalam 18 inci setelah batuk. Pakar medis berpendapat bahwa face shield harus lebih rendah dari dagu, harus melampaui telinga dan tidak boleh ada celah antara dahi dan pelindung kepala.

Face shield dapat digunakan kembali dengan dibersihkan secara efektif menggunakan air dan sabun atau disinfektan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini