Share

Tips Hemat Hadapi Resesi, Ladies Jangan Kebanyakan Beli Baju dan Sepatu

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 01 September 2020 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 612 2270644 tips-hemat-hadapi-resesi-ladies-jangan-kebanyakan-beli-baju-dan-sepatu-CZxAxUFhAZ.jpg Perempuan belanja baju (Foto: Istock)

Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan lebih dari 6 bulan berdampak pada penurunan ekonomi secara drastis. Hal ini menimbulkan terjadinya resesi baik di negara maju maupun berkembang.

Hal ini pun tak terlepas dari Indonesia, banyak pakar memprediksi jika pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 juga diproyeksikan akan tumbuh negatif, yang artinya Indonesia akan masuk ke jurang resesi.

Oleh karena itu, sebagai masyarakat, ada baiknya Anda bisa mengelola keuangan dengan lebih ketat. Seperti menghindari pembelian barang yang kurang dibutuhkan. Seperti baju dan sepatu misalnya.

 belanja baju di mal

Seperti diketahui, baju dan sepatu merupakan benda tak habis pakai. Dalam artian, jika baju dan sepatu masih layak pakai, ada baiknya keinginan untuk membeli barang tersebut ditahan dulu.

Menanggapi hal demikian, pakar keuangan Agustina Fitria mengatakan, sebaiknya masyarakat dapat memilah mana kebutuhan dan keinginan. Belilah sesuatu dari tingkat urgensinya.

"Saat pandemi kan rata-rata penghasilan menurun, maka penyesuaian terhadap pengeluaran menjadi sangat penting," tutur Fitria kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Walaupun jika sebelumnya Anda boros, lanjut Fitria, maka saat pandemi, terlebih negara sedang terancam resesi, maka usahakan untuk lebih berhemat.

"Jika sebelumnya Anda boros, maka saat pandemi akan sangat dibutuhkan usaha keras untuk berhemat, jangan boros-boros," sambungnya.

 Baca juga: Natasha Wilona Terkurung Dalam Balok Es, Cantiknya Kebangetan

Fitria menambahkan, daripada untuk membeli barang fesyen seperti baju dan sepatu, lebih baik uang yang ada digunakan untuk menabung. Uang yang ditabung tentu akan lebih berguna jika suatu saat dibutuhkan.

"Mending mulai menabung deh, kan bisa buat dana darurat jadinya. Ini bisa mengganti dana darurat yang sebelumnya sudah digunakan akibat penghasilan yang berkurang," pungkasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini