Pariwisata Bali Kembali Dibuka, Bamsoet: Jangan Sampai Tamunya Malah Abai

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 01 September 2020 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 612 2271102 pariwisata-bali-kembali-dibuka-bamsoet-jangan-sampai-tamunya-malah-abai-NTa0eVtHxK.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Covid-19 memang membuat banyak sektor industri terpukul, apalagi bagi sektor pariwisata. Tentu saja pengusaha pariwisata seperti akomodasi hingga pengusaha hotel terpukul.

Bali, sebagai wilayah yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai pemasukan utama, tentu saja merasa terpukul. Meski demikian, para pengusaha hotel di Bali tetap bertahan tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, berharap dengan mulai dibukanya Bali untuk turis domestik mulai 31 Juli 2020, pariwisata bisa segera berangsur pulih. Terpenting, pihak hotel dan pemerintah daerah bergotong royong menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Sehingga pariwisata bisa menjadi pendorong ekonomi. Bukan menambah kluster penyebaran Covid-19," ujar Bamsoet lewat keterangan tertulisnya di Jakarta.

Bamsoet

Mantan Ketua DPR RI ini mengungkapkan, hotel dan pemerintah provinsi (Pemprov) Bali sudah sangat ketat memberlakukan protokol kesehatan. Setiap hotel harus melalui uji verifikasi oleh tim uji klinis dari Pemprov.

Setiap hotel, harus menyiapkan hand sanitizer di setiap sudut ruangan, tamu yang datang disediakan masker, bahkan kamar hotel dibersihkan dengan disinfektan. Hotel juga harus menyiapkan ruang isolasi dan tim medis, untuk mengantisipasi seandainya ada tamu yang memiliki suhu tubuh di atas 37,5 derajat maupun gejala Covid-19 lainnya.

"Turis yang datang juga harus sadar diri menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai pemerintah dan hotel sudah bekerja keras, malah tamunya yang abai," katanya.

Bamsoet

"Sambil menunggu kesiapan vaksin, kita tak boleh menyerah begitu saja kepada Covid-19, gotong royong seluruh elemen bangsa diperlukan. Protokol kesehatan menjadi kunci, agar ekonomi bisa segera dipulihkan tanpa menambah penyebaran Covid-19," tambah dia.

Meski begitu, tak otomatis membuat okupasi hotel naik. Masih banyak hotel di Bali yang tutup. Kalaupun buka, hanya sedikit kamar yang bisa terisi. Padahal, pengelola hotel telah menawarkan diskon besar-besar untuk menarik minat staycation dan liburan warga.

"Karenanya, kehadiran MBI Ride to Java 2020 dengan ratusan peserta seperti ini sangat membantu okupasi hotel. Serta membantu roda ekonomi masyarakat karena aktivitas belanja yang dilakukan para peserta touring," pungkas Bamsoet.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini