5 Tanda Tengah Depresi di Tempat Kerja, Anda Alami Gak?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 02 September 2020 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 612 2271610 5-tanda-tengah-depresi-di-tempat-kerja-anda-alami-gak-LwfBRGOEVm.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SETIAP orang pasti pernah merasakan depresi dalam hidupnya. Ketika seseorang sampai di titik terendah dalam hidupnya, mereka bisa merasa sedih, tidak berharga, putus harapan, sampai-sampai menyalahkan diri sendiri.

Tidak harus masalah cinta, tekanan pekerjaan di kantor juga bisa membuat seseorang depresi loh. Mungkin karena tidak bisa bekerja dengan baik, ataupun terlalu banyak tekanan dari atasan.

Oleh karena itu, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya Anda mengenali gejala depresi, seperti dilansir dari The Health Site.

Kehilangan Semangat Kerja

Depresi bisa menyebabkan anhedonia, yaitu kehilangan minat terhadap hal yang disukai seperti pekerjaan dan berhubungan sosial dengan teman. Setelah kehilangan minat, seseorang juga bisa mengalami penurunan kemampuan merasakan kesenangan.

Tanda depresi

Karyawan biasa seharusnya bersemangat pada pekerjaannya karena menjalani profesi pilihan yang dicita-citakan sejak lama. Gejala depresi bisa kelihatan dari perilaku karyawan yang tidak bisa lagi merasakan semangat itu. Ia tidak termotivasi lagi untuk mengerjakan hal yang disukai. Ia juga tidak akan berusaha untuk berhasil, apalagi mencoba menaiki tangga karier.

Terlalu Banyak Makan atau Kehilangan Selera Makan

Gejala karyawan depresi juga bisa dilihat saat jam makan siang. Orang yang mengalami depresi akan kehilangan nafsu makan. Hal ini terkait dengan beberapa gejala depresi umum seperti kelelahan dan kehilangan ketertarikan pada hal yang menyenangkan, termasuk makanan. Jadi, orang yang depresi juga kehilangan energi, sehingga terlihat malas menyentuh makanan atau menyendokkan makanan ke mulut.

Sebaliknya, depresi juga bisa menyebabkan seseorang makan terlalu banyak. Orang yang depresi mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak bukan karena lapar fisik, melainkan emosi. Perasaan kenyang yang didapat setelah makan banyak dianggap bisa membuat rasa nyaman dan mengingatkan pada masa-masa bahagia.

Kesulitan Konsentrasi dan Mengingat

Menurut Psikolog dan Ahli Terapi Perilaku di Great Neck, NY, Natascha Santos, PsyD, pada situs Everydayhealth.com, individu yang depresi mengalami gejala berupa kesulitan dalam pemrosesan pengambilan informasi yang cepat dan efisien.

Hal ini karena penciptaan sebuah ingatan melibatkan banyak area di otak. Jika kerja otak terpengaruh gejala depresi, maka akan berdampak pada kemampuan berkonsentrasi dan mengolah ingatan.

Tanda-tanda karyawan yang mengalami gangguan konsentrasi adalah salah paham saat menerima instruksi dari atasan. Beberapa orang juga tidak bisa mengingat informasi yang baru disampaikan karena tak fokus. Mereka juga tidak bisa mengerjakan tugas dengan benar, dan hasil pekerjaannya di bawah ekspektasi. Pada akhirnya, produktivitas kerja menurun.

Menarik Diri dari Pergaulan

Masih terkait gejala anhedonia yang disebabkan oleh depresi. Orang yang depresi tidak bisa lagi merasakan kesenangan dari hubungan sosial dengan teman atau rekan kerja. Dia tidak lagi berusaha untuk berbaur, malah sebaliknya malah menarik diri dari pergaulan.

Karyawan yang tengah depresi tidak tertarik untuk mengobrol di sela jam kerja, makan siang bersama teman, apalagi mengikuti outing kantor. Dia akan berusaha menghilang tanpa ada yang menyadari. Dia akan pulang kantor lebih cepat untuk menghindari ajakan nongkrong di cafe setelah jam kerja.

Sering Absen

Sampai pada satu titik, karyawan yang depresi sudah tidak mau lagi masuk kerja karena merasa tertekan. Ia akan minta izin tidak masuk kerja karena berbagai alasan, seperti sakit. Bisa jadi, alasan sakit memang benar adanya, karena salah satu gejala depresi memang berupa kelelahan, nyeri, sakit kepala, atau kram yang tidak kunjung hilang.

Atasan dan rekan kerja harus menyadari gejala depresi ini. Jika ada rekan yang menunjukkan tanda-tanda depresi di kantor dan sering tak masuk kerja, maka cobalah mengunjunginya. Jangan sampai ia melakukan percobaan bunuh diri.

Apabila Anda menyadari diri mengalami depresi, maka segera saja mendatangi psikiater untuk mendapat bantuan. Jangan menunda pemeriksaan dengan alasan takut dibilang mengalami gangguan jiwa. Hal ini untuk menghindari dampak buruk yang mungkin disebabkan oleh depresi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini