Anak Diminta Bayar Uang saat Nakal, Apa Kata Psikolog?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 02 September 2020 21:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 612 2271716 anak-diminta-bayar-uang-saat-nakal-apa-kata-psikolog-MIYoEUFgs1.jpg Ilustrasi (Foto : Huffingtonpost)

Unggahan yang dibagikan akun Instagram @awreceh.id viral di media sosial. Di situ terlihat cara orangtua memberi reward dan hukuman untuk anaknya. Tapi, yang menarik perhatian, baik hadiah maupun hukuman sama-sama pakai uang.

Ya, ketika si anak berlaku buruk di rumah atau bisa dibilang jadi anak nakal, maka si anak harus menerima konsekuensi berupa uang yang dia punya diambil. Mungkin niatnya supaya tidak berbuat nakal, tapi apa kata psikolog anak tentang hal ini?

Sebelumnya, Anda mesti tahu dulu perilaku apa yang dikenai denda oleh mama satu ini. Berikut daftar kenakalan beserta besaran denda yang harus dibayarkan si anak:

Denda

1. Nangis Rp2000

2. Makan rewel Rp1000

3. Tidak mau mandi Rp1000

4. Tidak tidur siang Rp2000

5. Makan tidak habis Rp1000

6. Marah-marah atau bicara kasar Rp2000

7. Makan disuapin Rp1000

8. Tidak mendengarkan orangtua Rp1000

9. Bertengkar dengan adik Rp2000

10. Nonton TV jarak dekat Rp1000

So, apa kata psikolog anak terkait hal ini? Benarkah cara mendidik anak dengan melibatkan uang seperti itu?

Baca Juga : 4 Pesona Aduhai Wika Salim, Body-nya Makin Singset

Menurut Psikolog Anak Karina Istifarisny, ada ketidakjelasan dari sikap si orangtua yang membuat aturan tersebut. Ya. tertulis di sana kalmat seperti ini "Denda!!! Uang diambil mama".

Nah, pernyataan tersebut membuat Karina bingung, maksudnya bagaimana. "Mengambil uang prakteknya itu bagaimana? Apa dengan mengambil dari dompet si anak? Atau meminta anak menyerahkan uangnya?," tuturnya saat diwawancarai Okezone, Rabu (2/9/2020).

Dia menjelaskan, keduanya berpotensi menimbulkan keributan dengan anak, apalagi kalau uangnya diambil paksa. Karina menegaskan, jika melakukan hal tersebut, jangan sampai nanti si anak malah nangkep pesannya seperti ini;

"Oh, jadi boleh, ya, menegakkan aturan tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain. Kita sebagai orangtua kan enggak mau begitu," ungkapnya.

Ibu dan Anak

Menurut Karina, untuk bisa mendisiplinkan anak, ada cara yang lebih baik yaitu berdiskusi atau berdialog jika si anak sudah bisa melakukannya. Cara ini dianggap paling tepat karena orangtua akan memberikan pelajaran tentang makna dari perilaku buruk itu ke si anak.

"Jadi, dari dialog itu orangtua memberikan pemahaman kenapa perilaku A dilarang, sedangkan B disarankan. Dan yakinkan bahwa kita sebagai orangtua benar-benar mengharapkan perilaku B dan menunjukkan apresiasi ketika si anak melakukan aksi B," tutur Karina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini