Kabar Baik, Racun Lebah Madu Bisa Tumpas Sel Kanker Payudara

Sindonews, Jurnalis · Kamis 03 September 2020 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 481 2271819 kabar-baik-racun-lebah-madu-bisa-tumpas-sel-kanker-payudara-4sXOYX4Q4P.jpg Racun lebah bantu bisa bunuh sel kanker payudara (Foto :

Bicara mengenai lebah, biasanya yang diketahui adalah manfaat dari madu. Tapi, ternyata tidak hanya madu yang bermanfaat dari lebah, tetapi juga racunnya.

Dikutip dari Sindonews.com, ilmuwan di Australia menemukan formula yang dapat membunuh sel kanker payudara yang biasanya sulit ditundukkan. Apa itu? Racun lebah madu. Racun yang dinamakan melitin itu bekerja efektif melawan dua tipe sel kanker yang bertindak agresif, yakni triple-negative dan HER2-enriched.

Penemuan itu merupakan sebuah capaian yang menggembirakan. Namun ilmuwan Australia itu mengakui saat ini masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan tingkat keampuhannya. Jika terbukti bekerja efektif mendekati 100%, racun lebah madu dapat melalui berbagai uji klinis untuk digunakan manusia

Lebah Madu

Sebelumnya racun lebah madu juga terbukti mampu melawan melanoma. Sejauh ini ada ribuan penelitian ramuan kimia untuk melawan sel kanker. Namun hanya sedikit yang dapat diproduksi massal dan aman digunakan manusia. Kanker payudara ini merupakan penyakit yang banyak menyerang wanita.

“Kami melakukan penelitian terhadap racun yang diekstrak dari 300 lebah madu,” ujar Harry Perkins dari Institute of Medical Research

Baca Juga : Maria Vania Selfie di Kamar Mandi, Netizen Langsung Minta Diculik!

Pemimpin penelitian Ciara Duffy mengatakan racun lebah madu sangat ampuh. Selain mampu membunuh sel kanker dalam hitungan jam, kerusakan terhadap sel lain juga minim. Melitin juga bekerja efektif menghambat pertumbuhan sel kanker triple-negative yang meliputi 10–15% dari total kanker payudara.

Umumnya kanker triple-negative diobati melalui cara operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Menurut Duffy, melitin secara alami dihasilkan lebah madu, tetapi dapat pula diproduksi secara sintetis.

Ilmuwan Australia, Profesor Peter Klinken, memuji kerja keras tim pimpinan Duffy dan menilai penelitian ini merupakan sebuah capaian yang membanggakan.

“Penelitian ini menunjukkan bagaimana melitin dapat mengganggu replika sel kanker dan bagaimana alam dapat digunakan untuk mengobati penyakit manusia,” sebutnya.

Lebah Madu

Klinken juga berharap penelitian ini dapat dilanjutkan hingga dapat digunakan sebagai obat untuk melawan kanker. Associate Profesor Alex Swarbrick dari Garvan Institute of Medical Research menilai saat ini masih terlalu dini untuk berseremoni. Sebab perjalanan penelitian tim Duffy masih sangat panjang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini