Kenapa Autoimun Lebih Sering Serang Wanita Dibanding Pria?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 03 September 2020 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 481 2271870 kenapa-autoimun-lebih-sering-serang-wanita-dibanding-pria-maErzpMpUk.jpg Ilustrasi (Foto : Hiamag)

Dalam skenario kasus yang ideal, tubuh kita dilarang menyerang selnya sendiri tetapi ketika rusak, mereka mulai menyerang sistem selulernya sendiri, yang menyebabkan gangguan autoimun.

"Selain itu, hormon estrogen bersifat pro inflamasi, yang membuatnya semakin berisiko bagi wanita jika sel menyerang sendiri," sambungnya.

Gejala yang sering diabaikan

Nyeri Sendi

Seperti kebanyakan kondisi medis, beberapa kondisi reumatologi menyerang tubuh secara diam-diam. Karena itu terkadang kondisi ini sering diabaikan atau disalahpahami.

"Kadang-kadang demam berkepanjangan sering disalahartikan sebagai TB, atau orang cenderung mengabaikan rasa sakit dan bengkak di sekitar persendian, ulkus mulut dan kelamin, rambut rontok yang berlebihan, kekeringan pada mata dan mulut, serta gejala lainnya," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini