Dahak Lebih Banyak, Salah Satu Indikasi Terkena Covid-19?

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Kamis 03 September 2020 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 481 2271931 dahak-lebih-banyak-salah-satu-indikasi-terkena-covid-19-0CbY0weXcd.jpg Batuk berdahak (Foto: City Hub Sidney)

Pandemi Covid-19 masih berlangsung di dunia dan Tanah Air. Baru-baru ini, sebuah penelitian mengklaim bahwa seseorang mungkin terinfeksi Covid-19 jika mulai menghasilkan lebih banyak dahak dari biasanya.

Seperti dilansir dari Daily Express, jika seseorang menghasilkan lebih banyak dahak dari biasanya, menurut para ilmuwan China, merupakan salah satu gejala paling umum dari infeksi virus corona. Para peneliti membandingkan semua gejala Covid-19 dari 55.000 pasien di Wuhan, China, tempat virus itu diyakini berasal.

 batuk

Sekitar sepertiga dari pasien tersebut dilaporkan memproduksi dahak berlebih. Para pasien virus corona umumnya hanya melaporkan lebih sering demam, batuk kering, dan kelelahan daripada mengeluarkan lebih banyak dahak.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), produksi dahak adalah gejala utama dan bercak warna pada dahak adalah peringatan kemungkinan infeksi Covid-19. Dahak yang warnanya berbeda dari warna normal air liur merupakan tanda utama infeksi saluran pernapasan.

Seperti dilansir dari Sindonews, dengan infeksi saluran pernapasan bakteri, dahak mungkin juga memiliki konsistensi yang kental dan bau yang tidak sedap. Di mana dahak akan berwarna hijau tua pada tahap awal infeksi dan secara bertahap akan menjadi cerah saat infeksi membaik.

Baca juga: Pria Ini Alami Kebotakan karena Terlalu Sering Olahraga

Ada alasan lain mengapa produksi dahak dan lendir tinggi pada seseorang. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah perokok, menderita asma dan mereka yang menderita fibrosis kistik.

Dahak adalah lendir kental yang sedikit berbeda dengan air liur. Dahak biasanya diproduksi untuk menjaga saluran pernapasan agar tetap lembab, sehingga bahan asing apa pun seperti debu atau virus, tidak akan dapat merusak jaringan. Pada dasarnya, tubuh dapat membuat lebih banyak dahak ketika infeksi menyerang paru-paru.

Adapun cara paling umum untuk mengeluarkan dahak dari tubuh adalah dengan batuk. Sementara itu, selain mengeluarkan lebih banyak dahak, tanda-tanda umum lain dari virus corona baru adalah batuk baru yang terus-menerus, sesak napas, dan demam khas.

Berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, seseorang juga lebih mungkin terinfeksi jika mereka memiliki setidaknya dua gejala lain. Gejala ini termasuk demam, menggigil, gemetar berulang kali karena menggigil, nyeri otot, sakit tenggorokan, atau hilangnya rasa atau bau.

Sakit kepala juga bisa disebabkan oleh virus corona, yang dengan mudah dapat dianggap sebagai kejadian umum. Virus dapat menyebar dengan mudah melalui batuk atau tetesan bersin dari orang yang terinfeksi. Jika Anda khawatir terkena infeksi, Anda harus mengkarantina diri sendiri setidaknya selama 14 hari. Saat mengkarantina diri, jangan lupa makan vitamin dan berbagai makanan sehat ya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini