Pasien Komorbid Dilarang Nonton ke Bioskop, Dokter: Skriningnya Gimana?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 04 September 2020 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 481 2272577 pasien-komorbid-dilarang-nonton-ke-bioskop-dokter-skriningnya-gimana-55ClOvn5Rk.jpg Bioskop akan kembali dibuka (Foto: Kemenparekraf)

Rencana bioskop kembali dibuka dalam waktu dekat di tengah pandemi menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Rencana tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seminggu yang lalu.

Salah satu aturan dalam pembukaan bioskop itu, orang dengan penyakit penyerta alias komorbid dilarang nonton bioskop. Sebab kondisi mereka rentan terkena Covid-19.


 Bioskop

Berikut beberapa aturan nonton bioskop di tengah pandemi yang dikeluarkan Ketua Tim Pakar sekaligus Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

1. Memastikan antrean masuk dan keluar dari fasilitas bioskop dijaga dengan ketat dengan menjaga jarak yang baik, minimal 1,5 meter sehingga tidak ada kontak pengunjung.

2. Petugas dan penyelenggara pun harus dilatih dengan baik supaya dapat memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat dan tertib selama proses pembukaan bioskop.

3. Satgas Nasional merekomendasikan pengunjung bioskop yang datang memiliki rentang usia di atas 12 tahun dan di bawah 60 tahun. Selain itu, mereka yang memiliki penyakit komorbid seperti jantung, kencing manis, paru-paru, ginjal atau penyakit imunitas rendah dilarang ke bioskop.

4. Pengunjung juga harus dalam kondisi sehat. Tidak ada gejala batuk, demam lebih dari 38 derajat celcius, sakit tenggorokan, pilek atau flu, bersin, atau sesak napas. Mereka juga harus dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat.

5. Selama menonton, pengunjung tidak boleh makan dan minum serta selalu menggunakan masker dari sejak awal hingga selesai.

6. Pembatasan waktu di dalam ruangan bioskop dijaga tidak lebih dari dua jam.

7. Jarak antar kursi dilakukan dengan baik sehingga berjarak. Ini dilakukan untuk menghindari kontak antar pengunjung dan juga tidak ada kontak dengan petugas.

8. Pengamatan langsung dilakukan sebagai upaya disiplin. Semua harus dilakukan dengan baik oleh petugas, seperti penggunaan masker selama berada di gedung bioskop.

9. Tim pakar menyarankan masker yang digunakan adalah masker dengan filtrasi setara atau lebih baik dari masker bedah. Ini digunakan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 antar pengunjung.

 Baca juga: Cantiknya Zara Adhisty Dibilang Mirip Jisoo BLACKPINK, Netizen Dibikin Gemas!

10. Pemesanan tiket tidak dilakukan secara fisik melainkan dengan online. Ini bertujuan juga untuk mempermudah pengecekan data untuk keperluan tracing apabila ditemukan kasus.

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Indah Fitriani, SpPD coba membahas aturan nomor 3, khususnya soal pasien komorbid. Menurutnya, pasien komorbid dilarang ke bioskop karena tubuh mereka sangat rentan terpapar virus.

"Pasien komorbid itu, kalau mereka terpapar virus dan terinfeksi, risiko derajat keparahan penyakitnya lebih besar," terangnya pada Okezone melalui pesan singkat, belum lama ini.

Tapi, dr Indah mempertanyakan bagaimana petugas bioskop memeriksa pasien komorbid. Perlu diketahui bahwa pasien komorbid itu adalah seseorang yang sudah memiliki penyakit kronis dalam tubuhnya.

"Masalahnya, proses skrining pengunjung sehat tanpa komorbid itu bagaimana? Apakah pasien obesitas dilarang masuk? Atau setiap pengunjung harus menyertakan surat tidak berpenyakit komorbid atau membawa surat sehat? Atau murni kesadaran diri saja? Hal ini yang masih belum jelas," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini