Kenali 3 Jenis Kanker Hati, Mana yang Paling Sering Terjadi?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 04 September 2020 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 481 2272608 kenali-3-jenis-kanker-hati-mana-yang-paling-sering-terjadi-WIhCN8jARB.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KANKER memang menjadi salah satu penyakit yang belum memiliki obat. Kanker pun memiliki banyak jenis, dan bisa menyerang hampir seluruh bagian tubuh.

Salah satu yang rentan terkena kanker adalah hati. Kanker ini dimulai ketika sel-sel hati mengalami perubahan (mutasi) dalam DNA.

Mutasi DNA menyebabkan perubahan dalam instruksi proses kimia dalam tubuh. Salah satunya sel-sel mungkin bertambah di luar kendali dan akhirnya membentuk tumor yaitu massa sel kanker.

Kanker hati terbagi menjadi 3 jenis yaitu karsinoma hepatoseluler, kolangiokarsinoma intrahepatik, dan hepatoblastoma. Jenis kanker yang paling sering terjadi adalah karsinoma hepatoseluler. Sedangkan dua jenis lainnya cukup jarang ditemukan.

kanker hati

Melansir Mayo Clinic, hingga saat ini penyebab kanker hati karsinoma hepatoseluler belum bisa dipastikan. Tapi dalam beberapa kasus, infeksi kronis dengan virus hepatitis tertentu dapat menyebabkan kanker hati. Selain itu, ada sejumlah faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker hati.

Pertama, karena infeksi kronis virus HBV (Hepatitis B) atau HCV (Hepatitis C). Selanjutnya karena sirosis atau perlemakan hati. Ini merupakan kondisi progresif dan ireversibel yang menyebabkan jaringan parut terbentuk di hati, sehingga terjadi pengerasan hati. Bila dibiarkan, kondisi ini meningkatkan peluang terkena kanker hati. Sirosis dapat dipicu oleh obesitas.

Faktor ketiga adalah adanya penyakit hati tertentu yang sudah ada sebelumnya seperti hemochromatosis dan penyakit Wilson. Kemudian penyakit lain seperti diabetes juga dapat meningkatkan risiko kanker hati.

Selanjutnya paparan terhadap aflatoksin yaitu racun pada jamur yang tumbuh di tanaman seperti jagung dan kacang tanah jika dirawat dengan buruk. Paparan ini rentan terjadi pada masyarakat Afrika dan Asia.

Terakhir karena konsumsi alkohol berlebih. Secara teratur mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati yang ireversibel. Kerusakan ini kemudian mengarah pada risiko kanker hati.

Sementara itu, satu hal yang perlu diwaspadai adalah kanker hati di stadium awal sering datang tanpa gejala. Oleh karenanya disarankan untuk rajin melakukan medical check up dan skrining terutama bila memiliki faktor risiko.

Gejala biasanya baru muncul saat kondisi sudah semakin parah. Gejalanya antara lain penurunan berat badan secara tiba-tiba, kehilangan selera makan, nyeri perut bagian atas, mual dan muntah, rasa kelemahan dan kelelahan, pembengkakan perut, serta warna kuning pada kulit dan bagian putih mata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini