Jepang Temukan Pengobatan Efektif untuk Pasien Kritis Covid-19

Mayang Magdalena Bengi, Jurnalis · Jum'at 04 September 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 481 2272645 jepang-temukan-pengobatan-efektif-untuk-pasien-kritis-covid-19-SKtAGKam3N.jpg (Foto: Shutterstock)

Pandemi Covid-19 telah melanda dunia selama berbulan-bulan ini membuat banyak pihak mulai mencari vaksin penangkal virus. Peneliti Jepang mengemukakan adanya penemuan baru obat Covid-19.

Hingga saat ini, belum ada yang berhasil mengidentifikasi satu obat yang dapat membantu mengobati penyakit tersebut. Namun, Jepang menyatakan telah mengidentifikasi pengobatan yang efektif untuk aktivasi berlebihan yang mematikan dari respons peradangan pasien Covid-19 yang kritis.

Dilansir Okezone dari Healthside, para peneliti dari Universitas Osaka di Jepang menemukan sitokin obat, yang mengatur peradangan.

Sitokin adalah sekelompok protein kecil yang dapat meningkatkan atau menghambat respons kekebalan tubuh kita terhadap infeksi, trauma, dan penyakit seperti kanker. Salah satu peran utamanya adalah merangsang peradangan, yang memulai proses penyembuhan.

Para peneliti mengatakan meskipun mengetahui sitokin terlibat dalam proses pemulihan, masih belum ada imunoterapi khusus untuk yang memiliki penyakit komplikasi lainnya.

 Pandemi Covid-19 telah melanda dunia selama berbulan-bulan ini membuat banyak pihak mulai mencari vaksin penangkal virus.

Baca juga: Waduh, Peneliti Temukan Virus Corona Ada di Sperma

Pemeriksaan profil sitokin pada pasien Covid-19 yang parah menunjukkan peningkatan IL-6 di awal proses penyakit, menyebabkan pelepasan PAI-1 dari pembuluh darah. Menariknya, tingkat PAI-1 secara signifikan lebih tinggi pada pasien yang menderita gangguan pernapasan parah.

Namun yang paling signifikan, ketika pasien dengan komplikasi parah diobati dengan obat berbasis antibodi monoklonal manusia yang disebut Actemra, yang memblokir pensinyalan IL-6, tingkat PAI-1 dengan cepat menurun dan gejala penyakit yang parah berkurang dibandingkan dengan sitokin.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini