Takut Kena Kanker Payudara? Kenali Ciri-cirinya Sebelum Terlambat

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 04 September 2020 19:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 481 2272748 takut-kena-kanker-payudara-kenali-ciri-cirinya-sebelum-terlambat-YJRyetoWiS.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KANKER payudara memang masih menjadi momok menakutkan untuk para perempuan. Apalagi jika ada benjolan pada payudara, maka diidentikan dengan kanker. Tapi benarkah demikian?

Spesialis Bedah Onkologi RS Medistra dr Sonar Soni Panigoro SpB(K)Onk mengatakan, ketika ada benjolan di payudara, hanya 20 persen kemungkinan Anda terkena kanker. Bisa jadi, itu adalah salah satu bentuk tumor jinak yang tidak berbahaya.

"Bedainnya kalau tumor jinak tumbuh seperti kantung dan kelihatan bagus bentuk benjolannya. Kalau diraba seperti kelereng dan membesarnya di daerah situ saja. Kalau kanker tidak begitu," jelas dr Sonar.

Benjolan yang bukan kanker biasanya disebabkan karena kista, peradangan atau infeksi, serta mastitis pada ibu menyusui. Jika benjolan itu dicurigai kanker, sebut dr Sonar, biasanya kondisinya sudah tidak bagus. Benjolannya juga bisa menempel ke otot dan muncul bahaya lanjut.

kanker payu

Dokter Sonar menjelaskan, jika wanita atau pria terkena kanker payudara, ciri-cirinya adalah terjadi perubahan bentuk dan ukuran payudara, adanya rasa sakit di puting dan mengeluarkan cairan bening, cokelat atau kuning, bengkak di daerah ketiak, tiba-tiba memerah sampai kulit berubah mirip kulit jeruk.

Kalau memang penasaran saat Anda mendapati benjolan tumor jinak terebut, lebih baik periksa ke dokter untuk di USG. Hasilnya bakal ketahuan dan dokter memberikan tindakan cepat.

"Tindakannya tidak harus langsung bedah, biasanya diresepkan antibiotik untuk menghilangkan benjolannya, apalagi kalau diameternya kecil," tutur dr Sonar.

Karena ancaman kanker payudara untuk wanita di Indonesia semakin meningkat, diingatkan kembali untuk melakukan periksa payudara sendiri (Sadari). Kebiasaan ini dinilai efektif dan membantu para wanita untuk mencegah kanker payudara stadium lanjut.

Bahkan, menurut Organisasi Penanggulangan Kanker Dunia dan Badan Kesehatan Dunia, diperkirakan terjadi peningkatan kejadian kanker di dunia 300 persen pada tahun 2030. Mayoritas terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Secara nasional prevelansi Kanker di Indonesia sebesar 1,4 per 1.000 penduduk. Kanker tertinggi yang terjadi pada perempuan di Indonesia adalah kanker payudara dan kanker serviks. Sedangkan pada laki-laki adalah kanker paru dan kanker kolorektal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini