Usia Pernikahan Berdampak pada Fisik dan Mental Wanita?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 04 September 2020 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 612 2272596 usia-pernikahan-berdampak-pada-fisik-dan-mental-wanita-LxFynTf3mk.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Saat ini, banyak ditemui pernikahan pada usia dini. Walaupun standar usia menikah adalah 18 tahun. Namun apakah pernikahan di usia tersebut atau bahkan yang lebih muda dapat berdampak pada kesehatan wanita baik fisik maupun mental?

Dr. Ishita Mukerji, Psikolog Senior di Kaleidoscope, sebuah pusat kesehatan mental berkata, Pernikahan dinilai sebagai institusi sosial tetapi masih berhubungan dengan garis keturunan. Untuk itu, tetap ada yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menikah.

Pernikahan

"Terutama faktor-faktor yang berkaitan dengan kesehatan perempuan. Rendahnya kesadaran akan pengetahuan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan fisik, perempuan melahirkan anak pada usia dini semuanya meningkatkan risiko kesehatan ibu. Terutama masalah kecacatan dan kematian, Jelasnya seperti dilansir Times of India pada Jumat (4/9/2020).

Baca Juga : Amanda Manopo Pakai Bra Pose Menggoda di Kasur, Netizen Malah Kecewa!

Selain itu, ada beberapa masalah psikologis yang dikemukakan oleh dokter Ishita Mukerji, diantaranya:

1. Ketidakdewasaan emosional;

2. Dapat berkembang menjadi gangguan klinis seperti depresi, kecemasan, depresi nifas, kasus kekerasan dalam rumah tangga, dan keguguran;

3. Kegagalan untuk memenuhi harapan sehingga menyebabkan berbagai macam masalah psikologis;

4. Tujuan dan impian yang tidak lengkap dalam hidup dapat menyebabkan bentrokan dan konflik dalam keluarga yang selanjutnya mengarah pada harga diri yang rendah dan kepercayaan diri yang menurun.

Sementara itu, Dr. Rachna Khanna Singh, pakar kesehatan mental, gaya hidup, dan hubungan juga berbagi pemikirannya tentang hal yang sama dan berkata, Pakar medis, serta sistem hukum, juga percaya bahwa wanita harus berusia setidaknya 18 tahun. untuk memahami tubuh mereka, secara fisik dan mental.

"Banyaknya pernikahan di usia muda karena mereka terpacu pada gagasan Start Your Family Young yakni karena masih muda, jadi para ibu masih energik untuk mengasuh anak-anaknya," ungkapnya.

Pacaran

Ia pun melanjutkan, menikah di usia dini pun sah-sah saja. Tetapi kebanyakan masyarakat tidak melihatnya dari perspektif kesehatan.

"Setidaknya selesaikan dulu kuliah Anda, atau bekerja beberapa tahun untuk mengembangkan diri. Karena dalam usia pelajar, tingkat kedewasaan Anda tidak setinggi ketika Anda memasuki dunia nyata," ujarnya.

Gadis yang menikah terlalu muda, lanjut dokter Rachna, memiliki paparan yang sangat minim untuk menghadapi kesulitan. Ini karena tingkat kedewasaan mereka tidak cukup tinggi, yaitu dari segi kesehatan mental.

"Selain itu, dari segi kesehatan fisik, organ reproduksinya juga belum cukup dewasa. Karena itu, setidaknya harus menunggu hingga awal 20-an untuk memiliki anak atau keluarga,” pungkas dokter Rachna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini