Anak Muda Diminta Lebih Peduli Risiko Pemicu Demensia

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Selasa 08 September 2020 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 481 2274292 anak-muda-diminta-lebih-peduli-risiko-pemicu-demensia-1GoWG7MVI7.jpg Anak muda diminta lebih peduli pemicu demensia

Demensia adalah penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi otak. Kebanyakan demensia memang menyerang lansia.

Sedangkan demensia alzheimer adalah gangguan penurunan fungsi otak yang memengaruhi emosi, daya ingat, serta pengambilan keputusan seseorang dan biasa disebut pikun.

Pada 2016, di Indonesia diperkirakan telah ada sekitar 1,2 juta orang dengan demensia (ODD). Angka ini berpotensi meningkat menjadi 2 juta orang pada 2030 dan 4 juta orang pada 2050.

 demensia menyerang lansia

Perlakuan yang salah terhadap ODD dapat memperparah kondisi kejiwaan. Oleh karena itu diperlukan kolaborasi dan kontribusi seluruh pihak, termasuk pemerintah, untuk meningkatkan kualitas hidup lintas generasi yang lebih sehat.

“Salah satu tantangan terbesar penyebarluasan informasi dan peningkatan kepedulian mengenai demensia alzheimer adalah kurangnya pemahaman hal tersebut sebagai gangguan kesehatan otak. Berdasarkan laporan Alzheimer’s Disease International (ADI), tiap 2 dari 3 orang masih berpikir bahwa demensia atau pikun adalah bagian normal dari penuaan,” ujar Direktur Eksekutif Alzheimer’s Indonesia Michael Dirk Roelof Maltimoe.

Seperti dilansir dari Sindonews, Michael menyoroti pentingnya masyarakat, khususnya anak muda, untuk memahami risiko pemicu demensia. Sebab kebiasaan hidup anak muda masa kini dapat memengaruhi kesehatan otak di masa depan, maka sebaiknya dilakukan pencegahan dini.

"Kita dapat mengurangi risiko demensia alzheimer sejak usia muda dengan menerapkan pola hidup sehat, rutin berolahraga, menjaga asupan gizi seimbang, berkegiatan positif termasuk dengan memberi perhatian pada orangtua dan keluarga. Kita jangan merasa maklum dengan pikun,” terang Michael.

 Baca juga: Waspada! "Pesan Menakutkan" Bisa Buat WhatsApp Rusak

Sejak 2013, Alzheimer Indonesia telah melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kepedulian terhadap ODD melalui kegiatan seperti World Alzheimer’s Month, Caregivers Meeting, Counselling Sessions, Dementia Care Skill Training, Strengthening Responses on Dementia in Developing Countries (STRiDE), dan sejumlah kegiatan lain.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini