Perlukah Oximeter Ada di Rumah? Ini Kata Dokter Paru

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 08 September 2020 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 481 2274413 perlukah-oximeter-ada-di-rumah-ini-kata-dokter-paru-h7JDvd4F9g.jpg (Foto: The New York Times)

"Meski alat ini mengeluarkan angka yang bisa dijelaskan dalam pernyataan medis, tapi sejatinya angka tersebut tidak bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di tubuh Anda secara lebih detail," papar dr Parsons.

Ya, tingkat saturasi oksigen Anda tidak selalu berkolerasi dengan tingkat keparahan kondisi penyakit Anda. Contohnya, ada banyak orang yang merasa tubuhnya enggak enak, tapi saturasi oksigennya sangat baik. Kasus kebalikannya pun bisa terjadi.

"Di rumah sakit, kami tidak hanya menggunakan oximeter sebagai acuan diagnosa, karena itu Anda pun harus berpikiran seperti itu," sambungnya.

Menjadi catatan, ketika angka yang keluar di oximeter adalah di bawah 90, maka Anda sudah semestinya datang ke layanan medis. Tapi, sekali lagi, jangan kemudian terlalu panik dan berpikiran macam-macam, biarkan dokter yang menangani Anda jika sudah sampai di pusat pelayanan kesehatan.

"Saya paham bahwa dalam situasi seperti ini Anda beranggapan punya kendali atas tubuh Anda. Tetapi, tindakan terbaik terhindar dari Covid-19 itu tetap menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin dan memperhatikan perasaan Anda. Bicara ke dokter jika tubuh Anda menunjukkan gejala," pungkasnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini